Feeds:
Posts
Comments

Pijakan

mungkin inilah batasnya
limit di mana aku harus berhenti mengintai kamarmu
sebelum nelayan berhasil menemukan dermaganya
sehingga aku tak harus bermandikan derasnya air hujan
agar aku tak perlu membeli benang dan jarum penyembuh
salahku yang tak memakai teleskop saat pengklasifikasian bintang
khilafku yang bermain detektif dan menari terlalu cepat
karena kau tak pernah menjaring ikan di danauku
sebab bukan kau yang sengaja meniupkan angin semilir di pantaiku
andai kau mau berbaik hati menafkahkan sedikit belaskasihmu padaku
tapi toh aku tak kan sudi menerima hak takdirmu
aku memuja es di gunung saljumu
tapi kini kau tingkatkan titik leburmu
dan itu bukan untukku yang hanya bisa menatap sukacita kalian dalam imajinasi jarak jauh
kini aku harus membiarkan semua harta karun coklatku terbang dibawa kupu-kupu padang pasir
memang ini bukan penghujung drama romantismu
juga bukan gerbong terakhir keretaku
tapi aku terlalu letih meminum obat penghilang logika
biarlah Dia yang menjadi sutradara dan melanjutkan skenario kita
toh kau, aku, dan mereka tak tahu dimana jurang dan palung berada
jadi ku putuskan untuk bermain aman dan semoga aku sanggup bertahan

pondok gede, 19 september 2009
nin *holyday-holyheart*

Di suatu petang, beberapa hari sebelum Hari Kemenangan umat Islam, saya dan beberapa teman di Departemen Teknik Kimia UI (yang terdiri dari program studi Teknik Kimia dan program studi Teknologi Bioproses) menyempatkan diri untuk buka puasa bersama dadakan di Kutek (Kukusan Teknik) dengan menu sop buah.
Sepulang dari warung sop buah, kami singgah di masjid terdekat untuk melaksanakan solat Magrib, kemudian berencana untuk melanjutkan makan besar, Nasi Padang :D
Dalam perjalanan menuju masjid, saya sempat curhat.. about someone beyond the sea, someone that I adore so much..
Dan tiba2 terdengar sebuah nasehat klasik nan berharga, “udahlah, kalo jodoh gak ke mana..”
Saya melanjutkan, “bener banget, kalo emang belom jodoh, mau gue kejar sampe gila juga gak bakal ketemu.. tapi kalo udah jodoh, mau dia di arab dan gue di indonesia, ya yang namanya jodoh pasti ketemu..”
Lalu terlontar kata2 dari seorang teman, “gileee nin,tingkatan iman lo udah tinggi banget tuh..”
Saya hanya tertawa miris, sambil meng-amin-i dalam hati..
Andai saya bisa seyakin itu..
Sebenarnya perkataan itu merupakan sesuatu yang saya inginkan dapat saya yakini dengan sepenuh hati sehingga saya gak perlu lagi memikirkan hal2 konyol dan bisa fokus meraih impian2 saya.. sambil berkata seperti itu, sejujurnya saya sedang berusaha membangun rasa percaya saya pada takdir Yang Maha Kuasa..
“Apa yang harus kau ragukan? Bukankah sampai saat ini Ia belum pernah mengkhianatimu.. kalaupun Ia tidak mengabulkan harapanmu, Ia selalu menggantinya dengan yang lebih baik.. mungkin kau kecewa pada awalnya tapi seiring berjalannya waktu, sambil mencari sudut pandang yang tepat, kau pasti bisa melihat bahwa skenario-Nya lah yang terbaik.. “

Nin-whostryin2believeinU

Di akhir liburan semester dua, saya sempat beberapa kali hangout berdua bareng ayah saya.. salah satu tujuannya yaitu Mangga Dua..
Kami pergi ke sana naek busway istimewa ku duduk di muka, ku duduk samping pak supir yang sedang bekerja, mengendarai busway supaya baik jalannya.. halah..
Well, sampe di shelter mangga dua, sebuah pemandangan menakjubkan bisa dilihat dari atas jembatan penyeberangan, pemandangan dramatis dari sebuah sungai berwarna menakjubkan yang mengeluarkan aroma luar biasa dahsyat..
Gak tau deh nama tuh sungai apaan, yang jelas setelah ngeliat itu gue jadi pesimis bisa ada transportasi sungai di Indonesia, kayak di sungai Seine, Prancis gitu..
Salah siapa? Solusinya?
Yang pengen gue bahas di blog ini bukanlah perdebatan salah siapa dan harus bagaimana, melainkan tentang kisah sedih perihal sungai butek dan rakyat Indonesia yang diceritakan oleh bokap gue..
Alkisah, di suatu tempat wisata yang terletak di daerah Jakarta Utara, tempat bokap gue mangkal buat nyari duit, ada sebuah sungai kotor bin bau yang gak kalah saing deh sama sungai busuk di mangga dua tadi..
Kata bokap, dia sering ngeliat ada orang yang nyemplung ke sungai dekil di sana.. ih jorok banget kan.. ntar sakit kulit lho, cacingan juga! Huh, who cares? Buktinya penyelam sungai dekil masih aja kecibak-kecibuk di sana.. gila kali? Eh jangan salah cing, ternyata mereka nyebur ke sana buat nyari barang2/ sesuatu yang jatuh ke dalamnya, sesuatu yang berharga, yang bisa dijual untuk menafkahi keluarga..
Astaghfirullah..
Segitu sulitnya nyari pekerjaan, sampai sebuah pekerjaan yang gak masuk akal (di akal gue) pun dilakukan untuk terus bisa bertahan hidup..
Lalu, kenapa kita yang sudah diberi cukup kenikmatan ini masih saja belum bisa bersyukur? Bersyukur kalo mau makan gak perlu mikir lagi, tinggal santap saja apa yang ada di meja makan yang sudah disiapkan oleh ibunda tercinta, bersyukur masih bisa tidur nyenyak di atas kasur di dalam rumah, bersyukur karena masih bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang banyak orang pingin bisa kuliah di sana.. lalu kenapa yang keluar dari mulut ini hanya keluh kesah? ?
Untuk para penyelam sungai dekil, semoga Allah memberi kehidupan yang terbaik untuk kalian di dunia dan akhirat.. mungkin nin gak akan sanggup berjuang mencari sesuatu yang berharga di dalam gelapnya sungai itu, tapi nin akan berusaha untuk terus berjuang mencari sesuatu yang berharga di dalam rimba ilmu pengetahuan agar nanti bisa menciptakan perspektif yang indah untuk Indonesia, dipandang dari sudut mana pun juga, amin..

Di sebuah malam yang sepi, hanya dihibur oleh suara dari sebuah saluran TV swasta yang menayangkan acara motivasi favorit, gw iseng mengobrak-abrik map lama.. di dalamnya gw menemukan sebuah surat lama yang gak ingin gw ingat2 lagi, surat dari seseorang yang amat sangat ingin gw lupakan.. niatnya pengen gw buang tapi mau gw baca dulu untuk terakhir kali..
Sampai gw membaca beberapa kalimat terakhir di surat itu..

“Jangan kuatir, gw gak bakal ngelupain saat2 kita bareng, saat kita dekat.. tapi semua hal itu juga gak harus diinget terus2an kan?
Kalo gw ngelupain lo, berarti sama aja dengan gw membohongi diri sendiri kalo gw pernah menyukai lo.
Tapi kalo gw terus2an mengingat masa kita berdua, gw gak bakal bisa bangkit buat ngejar cita2 gw.. iya kan? Life goes on..”

*dari seorang teman yang udah lama gak kontak*

Teman, maaf gw udah memutuskan silaturahmi.. maaf untuk semua sikap kekanak2an gw kemarin, lari dari kenyataan, berkhianat sama keputusan gw sendiri, dan terus menerus mendendam sambil mencari kambing hitam..
Maaf karena gw sudah terlalu angkuh, memilih untuk hidup bebas tanpa hiruk-pikuk dunia lo.. gw bahkan gak tau lagi gimana caranya harus bersikap wajar sama lo seperti dulu.. bahkan untuk sekedar tegur sapa..
Hidup lo dan gw mungkin emang gak akan pernah sama.. bagaimanapun juga hidup itu pilihan, kalo lo memilih untuk tetap berada di jalan lo sekarang, itu hak lo.. gw gak mau memaksa karena gw pun gak mau dipaksa dalam memilih apa yang gw jalani.. apapun hal baik yang menimpa lo sekarang, gw ikut bahagia..

Yang kemarin biar menjadi pelajaran, biar menjadi modul berharga dalam kelas hidup sesi kedewasaan berpikir dan bertindak.. supaya gak jatuh ke lubang yang sama lagi.. sorry for too long response ya :D
Hey, kita masih muda, kan? Insya Allah, masih ada waktu untuk memperbaiki diri..
Masih banyak hal indah dan menantang di depan yang harus kita hadapi.. jadi, jangan lama2 merenung di satu tempat.. time runs, doesn’t it?

p.s. : buat teman yang saya tujukan postingan ini untuknya, sori ya cuma bisa lewat blog karena semua koneksi sudah saya hapus.. hahaha, kebodohan masa muda :D

House of Jasmine, 30th august 2009..
NSW*yangsedangbelajaruntukberani*

ketika aku mulai letih
rabun akan jalanku
beku dalam irama langkahku
Kau datang
hibur aku
yakinkan ku
agar melanjutkan rute perjalananku

tapi kenapa aku lupa?

ketika aku mengutuk isi dunia
berteriak protes pada yang tak kekal
menangis kecewa akan hal-hal semu
Kau ada
kapan saja
di mana saja
bersedia dengarkan celoteh manjaku

tapi kenapa aku tak ingat?

aku tak pernah lupa
bahkan selalu ingat
pada yang tak pasti melupakan
ataupun mengingatku

tapi kenapa bukan pada-Mu?

padahal Kau lah yang pasti mengingatku
bukan ia,
mereka,
siapapun,
apapun..

tapi kenapa aku tak selalu ingat?
tapi kenapa aku sering lupa?

Astaghfirullah..
maafkan aku, Tuhan..
jangan biarkan aku tersesat
walau dalam memori ingatanku

aku jadi autis
sulit lepas dari duniaku
dunia yang penuh akan bayangmu
menikmati dengan sangat khayalan imajinerku

aku jadi pemimpi
berusaha tidur selama dan sekhusyuk mungkin
berdoa agar Tuhan berbaik hati
tuk menjadikannya nyata

aku pun jadi pencemas
cemas akan teror kenormalanku
juga rencana lain Tuhan untukku

Tuhan,
jika Kau paksa aku tuk jatuh cinta
aku mohon,
biarkan rasa cinta itu kusematkan pada orang yang tepat
ia yang Kau takdirkan bersamaku
si pelengkap separuh agamaku
Bukan pada yang lain
dan aku mohon hal serupa terjadi pula padanya

Maaf,
jika aku terlalu egois
aku hanya tak ingin
ada noda dan luka yang tercipta lagi…
Amin…

Beberapa saat yang lalu ada teman yang meng-copy-paste sebuah tulisan berjudul, kalo cewek sobatan sama cowok. Tanpa bermaksud mendebat tulisan itu, gue hanya ingin membahas hal tersebut dari sudut pandang gue.

Sedikit cerita tentang persahabatan yang terjadi saat kelas 12..
Persahabatan yang bermula dari seringnya belajar bersama di kelas ini berisi 3 cewek (gue, DA, WF) dan 3 cowok (AD, AS, RH). DA yang pinter dan hoki-nya gede tapi suka lemot, WF juragan dvd, AD bandar komik, AS si-moody yang doyan nyombong, RH sang model-wannabe, dan saya si pelengkap penderita :D
Maklum lah kelas 12 itu seru2nya musim ujian, duduk bareng, ngerjain soal bareng, makan bekal bareng, ledek2an, ngerumpi (ya ampun), bahkan curhat macem2, sampai2 kami punya diary-curhat-bersama (hahaha norak banget deh jaman2 SMA but honestly I really miss that time). Btw, ini udah masuk tingkat sahabat belom? Menurut gue, kalo udah bisa curhat macem2 dan mengerti dengan perasaan, ya udah bisa dibilang sahabat. Eh, tapi tergantung juga sih, jangan2 kami semua emang banci curhat? :D

miss you all

miss you all

Jujur, gue bukan tipe orang yang gampang akrab sama cowok, jadi kalo gue udah bisa sahabatan sama cowok, berarti dia atau mereka udah gak gue anggap cowok lagi :D
Makanya kalo masih mau dianggap cowok sama gue jadi teman aja jangan sahabat, hahaha. Eh ya gak gitu juga sih, maksudnya kalo udah sahabat ya sahabat aja, gak lebih (dan males mencoba untuk lebih).

Kembali ke cerita, walaupun sohiban rame2 tapi gue dan AS cenderung lebih suka curhat bareng untuk satu masalah rahasia (ada deh mau tau aja). Kami berdua mengalami masalah yang serupa tapi tak sama jadi lebih dapet feel-nya kalo curhat bareng (kalo pernah ngerasain curhat pasti ngerti maksud gue).
Kenapa gak curhat sama sahabat2 cewek gue? Hmm.. rumit, kalo gue cerita bisa tambah runyam masalahnya dan jangan kira gue gak pernah nyoba.
Kenapa gak curhat sama teman2 maya? Well, saat itu gue belum nemu orang yang sreg dan bisa dipercaya untuk tempat curhat.
Akhirnya dengan hati seberat kapas, dimulailah petualangan curhat2an antara gue dan AS.
Sampai suatu hari gue kaget mendengar celetukan teman2 kalo gue disangka memiliki hubungan lebih dengannya, aje gile.. eh, astaghfirullah..
Yah gue setuju dengan pendapat kuno ”api gak bakal muncul kalo gak ada yang nyulut”.
Padahal kami curhat2annya juga di kelas, itupun saat kelas lagi rame, kadang sambil ngerjain soal2 dilatarbelakangi instrumen duo gitaris jepang favorit, Depapepe. Kalo mau pacaran gue sih bakal pilih mojok di kantin tapi kan gak gitu, lagian he’s not my type gitu! Hahaha.. peace, Bro! :D

Intinya sahabatan cewek-cowok emang agak bahaya, walaupun kita udah pinter2 jaga hati, setan bisa aja ngeganggu dari luar diri, misalnya lewat gosip, seperti yang menimpa gue. In some cases, orang2 yang kena gosip biasanya jadi saling suka beneran, tapi gosip juga terbukti ampuh membuat hubungan jadi buruk karena menimbulkan perasaan gak enak dan akhirnya jadi jaga jarak. Sulit memang jadi manusia yang selalu diganggu setan (Heh, sini lo setan, gue gangguin balik tau rasa lo!).
Meskipun sahabatan cewek-cowok itu cenderung labil, tapi ya jangan jadi ekstrim juga, dan jangan lupa juga sama batasan yang ada.
Tambahan aja, gue kenal beberapa teman yang punya sohib campur cewek-cowok (gak berduaan aja kok) dan mereka baik2 aja. Anyway, mungkin persabatan cewek-cowok itu akan selalu jadi kaum minoritas ya, fiuuuh…

Wakakak, jangan sedih gitu bacanya! (atau malah emosi? maap2 yak kalo gak suka)

Lagi addicted nih sama drama korea “Boys Before Flower” (BBF) dan embel2 tentangnya :D

Ada 5 lagu dari BBF yang paling gue suka, yaitu:
• Because I’m Stupid – SS501
• Stand By Me – Shinee
• Almost Paradise – T-Max
• Yearning Heart – AST’1
• Making A Lover – SS501

Nah, berhubung gue paling tersihir sama arti lirik lagu “Because I’m Stupid – SS501”, jadi gue masukin blog deh :D
Tapi kalau dari segi irama, ini justru yang terdengar paling sedih.. Gue sih prefer “Making A Lover – SS501”, ceria banget iramanya, mau tau? Donlot aja! :D

Because I’m Stupid by SS501
(English Translation)

because i’m so foolish, i know only you
you who are looking at someone else,
you probably don’t know my heart

there is no me in your day,
probably not even in your memories
but i’m looking at only you as my tears continue to fall

i’m happy with looking at your back figure
though you still don’t know my heart
though at the end, you’ll just brush past me

the days that i miss you so much
the days when it’s too hard to bear
the words “i love you” are dancing on my lips
once again, alone, crying for you
once again, alone, missing for you
baby, i love you. i’m waiting for you

there is no me in your day,
probably not even in your memories
but i’m looking at only you,
making memories by myself

to me, love is like a beautiful wound
even though i see your pretty smile,
i can’t smile with you

the days that i miss you so much
the days when it’s too hard to bear
the words “i miss you” are dancing on my lips
once again, alone, crying for you
once again, alone, missing for you
baby, i love you. i’m waiting for you

bye bye, never say goodbye
though i can’t hold onto you
i need you, i can’t say anything else
i want you, i’ll wish and wish again

the days that i miss you so much
the days when it’s too hard to bear
the words “i love you” are dancing on my lips
once again, alone, crying for you

the days when you fill up my thoughts
the days when my heart grows cold and i’m sad
the words “i miss you” are dancing on my lips
once again, alone, crying for you
once again, alone, missing for you
baby, i love you. i’m waiting for you

Tebang Pilih Teman Maya

Pernah punya teman di dunia maya? Yang internet-holic gak perlu ditanya deh, pasti punya.
Gue sendiri? Punya dong! Kan anak gahoool! *masa?*
Dulu sih masih cupu, mainannya cuma chatting doang yang tingkat kevalidannya sangat rendah. Gak semua orang chatting itu boong sih, ada yang boongnya setengah-setengah, seperempat, sekilo, atau se-ons.. *jualan bumbu dapur kali*
Gue sih pengen jujur tapi kalo gitu pasti gak dapet teman, and it’s proven when I was still at 9th grade..

Charming_boy (misal): Hi, asl pls..
Rainin_star20 (gue) : 15 F Jkt, n u ?

Langsung garing deh begitu tau umur gue, mungkin gue dianggep masih bocah.
Trus kalo teman chat-nya cewek, juga jadi garing (halah, ketauan deh mbak niatnya jelek :D ).
Dan kalo chatting-nya sama bule, langsung kurang respek kalo tau gue dari Indonesia (Heh, ape lo bule? Gue cinta Indonesia tauk!).
Pernah sih ada yang pertemanannya berlanjut sampai ke Friendster tapi gak lama. Mungkin gue aja yang kurang hoki, ada tuh teman2 gue yang chat sama orang2 yang gak peduli asl alias age-sex-location, fine2 aja.
Tapi gue udah terlanjur illfeel sama chatting, gimana dong?

Gue lebih suka temenan lewat situs pertemanan like Friendster and Facebook. Baru deh gue chatting sama mereka kalo udah kenal :D
Dulu gue gak suka menyortir teman di FS, jadi gue dapet beberapa teman baru yang sampe sekarang masih kontak.
Kalo di FB, gue jadi picky, males punya banyak teman tapi gak pernah komunikasi sama mereka, paling teman2 maya di FB dari teman2 maya di FS yang masih kontak dan dari temannya teman2 maya itu.. atau temannya teman2 gue tapi gue belom pernah ketemu (diitung maya juga, kan?)
Bukan promosi, tapi gue bisa menilai teman maya lebih jelas di FB ketimbang FS, ngerasa gitu juga gak? :D

Teman2 maya yang berhasil tersortir, kadang kalo lagi iseng suka gue googling (kurang kerjaan banget dah gue, mending juga ngepel rumah) dan akhirnya gue dapet info tentang mereka, bisa dari blog, blog teman mereka, forum, Koran/ artikel internet, macem2 deh.
Tergantung orangnya, kalo ternyata pecinta cyber-world juga atau pernah memenangkan lomba2 tingkat nasional dan internasional (seperti Jonathan Pradana Mailoa, si absolute winner-nya IPhO) atau bukan cyber-world-addict tapi friendly-gaul-parah dan punya teman2 yang cyber-world-addict biasanya sih banyak banget tuh info yang keluar dari mesin search engine gratisan empunya mbah google kalo lo ngetik nama lengkap (bahkan sebagian nama) dan hal2 terkait tentang mereka (kayak nyari jurnal gitu hahaha).
Kerajinan kah gue? Hmm, kalo boleh excuse sih lebih tepatnya kayak lagunya Sherina, hanya mencoba ”lihat lebih dekat” :D
Kan gue gak nyuruh lo iseng googling saat besok lo harus ujian fisika, aljabar, dan kalkukus sekaligus (Teknik mode: ON), liat2 sikon lah.

Teman Maya Hermafrodit

Ini murni pendapat gue yang notabene seorang cewek (ya iyalah). Tapi ingat gak semua cewek punya pendapat yang sama kayak gue..

Punya teman maya cewek itu asik banget! Kalo nyambung dan lo percaya, mereka bisa jadi teman curhat. Cewek kan kalo curhat terkadang gak perlu dikasih saran, cukup didengerin aja juga udah seneng, tapi kalo gue sih lebih seneng dikasih saran :D
Kenapa gak curhat sama teman nyata aja sih? Hmm.. Terkadang ada beberapa hal yang enggan lo ceritain bahkan sama sahabat lo sekalipun, macem2 alasan dan masalahnya bahkan ideologi sahabat seharusnya bisa menerima apa adanya, bisa jadi kurang masuk akal lagi.. dan ketika mencurahkan isi hati ke orangtua tersayang pun juga terasa sungkan bahkan buku diary dianggap tak mampu memberikan solusi, ya.. teman maya-mu ada dan bersedia untuk berbagi kisah dengan mu.. (kenapa jadi berasa iklan ya?)

Punya teman maya cowok juga asik! Bisa diajak curhat juga. Kalo lo butuh sudut pandang cowok atau logika seorang pria sebagai bahan mengarang cerita untuk tugas ospek (gue pernah nih hehehe), bisa tuh minta saran ke mereka! Ngomongin film, komik, pelajaran, hobi, tuker2an lagu, atau berbagi informasi juga oke.
Tapi ikhtilat di cyber world bisa bahaya juga kan? Gimana kalo jadi ngelibatin perasaan?
Waduh, kalo yang begituan ya jaga hati aja ya bu, lagian sapa tau emang jodoh? Eh, gak ding becanda, jangan serius gitu dong ah :D
Jujur gue juga masih hati2 sama yang ini, terkadang karena di dunia maya batasan2 bergaulnya juga ikut2an jadi maya, samar2. Bersyukur kalo cowok maya itu tipe yang mengerti dan masih bisa ngeliat batasan yang samar2, seenggaknya jadi saling menjaga, tapi kalo gak? Ya harus pinter2 narik diri kalo udah mule meng-aneh.
Terus gimana kalo terlanjur tertarik sama teman maya? Waduh, berabe juga nih. Gue hands up deh. Tanya sama yang laen aja *dodol*
Kedengarannya agak gila, tapi yang begini emang ada, bahkan untuk yang belum pernah bertemu sekalipun.

Teman Maya dan Perasaan Nyata

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, gak jarang pertemanan di dunia maya juga melibatkan hati. Oke, kita batasin konteks bahasan kali ini, teman mayanya bukan yang lawan jenis (yang kayak gini udah banyak) melainkan yang sejenis (tapi bukan homo atau lesbi).

Beberapa teman maya gue kebetulan memang saling mengenal, bahkan bersahabat dan persahabatan itu ada yang bermula dari dunia maya. Perasaan empati, simpati, dan perasaan lainnya yang ada di dunia nyata ternyata juga bisa timbul di dunia maya. Dan yang gue gak habis pikir, mereka itu sama sekali belom pernah bertemu. Jadi, totally cyber-friendship, keren kan?!
Mungkin karena jauh dan belum ditakdirkan untuk bertemu aja. Dan ungkapan lawas ”jauh di mata dekat di hati” rasanya pas untuk menggambarkan hubungan mereka :D
Btw, jahat juga ya kalo gue ngatain yang di dunia maya itu cyber-friendship sedangkan di dunia nyata itu real-friendship? Padahal belum tentu demikian, bisa saja justru ”sebaliknya”. Lebih tepat jika menggunakan kata friendship in cyber-world :)
Persahabatan di dunia maya terkadang justru lebih murni karena kita sama sekali tidak memandang orang tersebut dari luarnya saja.
Entahlah, gue sendiri sejauh ini belum benar2 memiliki sahabat di dunia maya. Gue harap sih kami (gue dan teman2 maya gue) bisa bertemu dan menjadi teman di dunia nyata, bahkan sahabat :D
Toh nyata atau maya hanyalah kiasan yang dapat dibedakan oleh sebuah perjumpaan. Karena sesungguhnya kita semua ada di dunia nyata yang sama.

Gak ada salahnya kan memperluas friendship dan networking? (kayak what are you looking for di Facebook)

“because Friendship can grow from anywhere and anytime.. even with anyone” :)

chocomint..

mengingatkanku akan banyak hal..

begitu banyak rasa mint yang kau tawarkan awalnya..

tetapi justru membuatku semakin tergoda tuk mencicipimu..

dinginnya menjadi bukti bahwa kau menjaga kualitasmu..

coklatmu membuatku ketagihan..

padahal ku tahu itu tak lebih dari coklat biasa..

tapi perpaduan mint dan coklat mu telah menimbulkan rasa yang luar biasa..

karena kau berhasil mengemasnya menjadi suatu sensasi indah..

dan sekarang aku benar2 menginginkanmu..

lagi..

dan lagi..

walau aku belum pernah benar2 merasakanmu..

walau aku sebatas melihatmu di online-store..

tapi  kenapa aku merasa kau benar2 nyata..

apa aku mulai gila???

oh chocomint..

mampukah ku merasakan coklat-mint mu yang sejati???

Older Posts »