Syukur to the Max!

Di akhir liburan semester dua, saya sempat beberapa kali hangout berdua bareng ayah saya.. salah satu tujuannya yaitu Mangga Dua..
Kami pergi ke sana naek busway istimewa ku duduk di muka, ku duduk samping pak supir yang sedang bekerja, mengendarai busway supaya baik jalannya.. halah..
Well, sampe di shelter mangga dua, sebuah pemandangan menakjubkan bisa dilihat dari atas jembatan penyeberangan, pemandangan dramatis dari sebuah sungai berwarna menakjubkan yang mengeluarkan aroma luar biasa dahsyat..
Gak tau deh nama tuh sungai apaan, yang jelas setelah ngeliat itu gue jadi pesimis bisa ada transportasi sungai di Indonesia, kayak di sungai Seine, Prancis gitu..
Salah siapa? Solusinya?
Yang pengen gue bahas di blog ini bukanlah perdebatan salah siapa dan harus bagaimana, melainkan tentang kisah sedih perihal sungai butek dan rakyat Indonesia yang diceritakan oleh bokap gue..
Alkisah, di suatu tempat wisata yang terletak di daerah Jakarta Utara, tempat bokap gue mangkal buat nyari duit, ada sebuah sungai kotor bin bau yang gak kalah saing deh sama sungai busuk di mangga dua tadi..
Kata bokap, dia sering ngeliat ada orang yang nyemplung ke sungai dekil di sana.. ih jorok banget kan.. ntar sakit kulit lho, cacingan juga! Huh, who cares? Buktinya penyelam sungai dekil masih aja kecibak-kecibuk di sana.. gila kali? Eh jangan salah cing, ternyata mereka nyebur ke sana buat nyari barang2/ sesuatu yang jatuh ke dalamnya, sesuatu yang berharga, yang bisa dijual untuk menafkahi keluarga..
Astaghfirullah..
Segitu sulitnya nyari pekerjaan, sampai sebuah pekerjaan yang gak masuk akal (di akal gue) pun dilakukan untuk terus bisa bertahan hidup..
Lalu, kenapa kita yang sudah diberi cukup kenikmatan ini masih saja belum bisa bersyukur? Bersyukur kalo mau makan gak perlu mikir lagi, tinggal santap saja apa yang ada di meja makan yang sudah disiapkan oleh ibunda tercinta, bersyukur masih bisa tidur nyenyak di atas kasur di dalam rumah, bersyukur karena masih bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang banyak orang pingin bisa kuliah di sana.. lalu kenapa yang keluar dari mulut ini hanya keluh kesah? ?
Untuk para penyelam sungai dekil, semoga Allah memberi kehidupan yang terbaik untuk kalian di dunia dan akhirat.. mungkin nin gak akan sanggup berjuang mencari sesuatu yang berharga di dalam gelapnya sungai itu, tapi nin akan berusaha untuk terus berjuang mencari sesuatu yang berharga di dalam rimba ilmu pengetahuan agar nanti bisa menciptakan perspektif yang indah untuk Indonesia, dipandang dari sudut mana pun juga, amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s