PRECIOUS

Sekitar sepertiga dari liburan semester genap kali ini saya habiskan dengan mengikuti program pembelajaran di Kampung Inggris (Pare).

Cukup banyak hal yang saya lewatkan di Jakarta pada awal kedatangan saya di Pare ini, yang tidak saya pungkiri berhasil membuat saya mempertanyakan lebih dari dua kali apakah keputusan saya untuk menghabiskan liburan dengan cara seperti ini adalah pilihan yang tepat, yaitu saya tidak bisa mengikuti kegiatan KERSOS 2010 (kegiatan yang benar-benar ingin saya ikuti karena sudah berjuang bersama teman-teman dari awal kepanitiaan dimulai), tidak bisa mengikuti salah satu wawancara beasiswa (entah salah siapa tapi yang jelas kalau itu memang rezeki saya pasti tidak akan ke mana), tidak bisa menghadiri undangan pernikahan anak dari dosen saya (dan bertemu dengan teman-teman maya saya), tidak bisa menghadiri undangan pernikahan adik dari kakak ipar saya, tidak bisa menghadiri beberapa rapat kepanitiaan DTK expo dan forum ekskursi DTK.. yeah, so many things I’ve missed in my hometown..

Akan tetapi, sangat banyak hal yang saya dapatkan sebagai gantinya, antara lain ilmu bahasa inggris dan tur keliling jawa, bisa diajar oleh guru-guru yang hebat dan sederhana, bertemu teman-teman yang rasanya sudah seperti keluarga sendiri (hahaha, udah ketauan gitu semua cacatnya), dan self-improvement (ini yang paling luar biasa, mulai dari bersosialisasi, time&money-management, ikhlas, sabar, syukur, mandiri, menghargai orang tua, hingga intimacy with God).

Siapa aja sih teman-teman hebat yang menemani saya dalam menjalani liburan satu bulan ini?

new family!

new family!

Oke, mulai dari cewek-ceweknya ya..
Tiara, anak Metalurgi ITB yang kecepetan 2 tahun.. dari Tiara, saya makin yakin kalau kita bisa bertemu “the one” dengan cara yang tidak terduga dan dalam waktu yang cukup singkat..

Ria, anak Keperawatan UI, cewek yang paling heboh, kocak parah gila.. mengenal Ria membuat saya belajar bahwa hidup itu bukan untuk diratapi, tapi untuk dijalani, dinikmati, dan ditertawakan!

Gayatri, anak Hubungan Internasional UI, yang paling imut-imut di antara kami.. dia berhasil memicu nyala sumbu mimpi saya untuk belajar ke negeri orang yang sempat terkontaminasi angin realistis..

Lala, anak Keperawatan UI, si cantik mantan atlet hoki.. dia menyadarkan saya bahwa perhatian adalah kunci penakluk hati.. dan sesuatu itu dibeli untuk digunakan, bukan untuk disayang..

Nana, anak Keperawatan UI yang paling bisa diandalkan untuk mengatur uang bersama.. dari Nana, saya belajar untuk menjadi wanita rasional yang tidak terlalu melibatkan hati dalam ketidakjelasan..

Tuti, anak Sastra Jerman UI yang paling kalem diantara kami, para wanita brutal.. Tuti meneladankan untuk menghargai orang lain, tidak mendominasi, dan bersikap sabar..

Tari, anak Administrasi Negara UI, si wanita penuh skandal ke-alay-an.. Tari menunjukkan pada saya bahwa ternyata alay-isme mampu menimbulkan rasa rindu yang membuncah di hati..

Tiga wanita lainnya adalah Desi, Nadia, dan Nadhila.. temen sedepartemen saya di kampus..
Desi, dia ini salah satu teman akrab saya di kampus, Desi yang paling menyenangkan untuk diajak berbagi cerita mengenai cinta dan masa depan sambil bermain sepeda keliling Pare..

Nadia, dia yang sering men-sugesti saya dengan lagu Endah n Resha – When You Love Someone.. tapi sepertinya yang melekat di otak saya hanya kalimat “love will find the way”..

Nadhila, dia yang paling heboh inggris-nya, bu ketek, bodyguard buat cewek-cewek, dan partner saya nonton piala dunia ketika yang lain memutuskan untuk menyelam dalam kolam mimpi..

Oke, selanjutnya cowok-cowoknya ya..
Aziz, anak Hukum UI, dia yang paling MO (married oriented) dan memandang jauh ke depan.. menurutnya, hati wanita seperti porselen, semakin dipoles maka akan semakin bersinar, tetapi sekali hancur pasti akan menimbukan bekas luka.. dan saya setuju dengannya!

Adon, anak Sastra Rusia UI, yang paling to the point kalau membicaraka sesuatu, paling santai, dan memberi saya pelajaran bahwa cinta itu buta tetapi harus diputuskan dengan matang dan dewasa..

Satrian, anak Sastra Belanda UI, guru rubiks Gayatri, suka je-Jepang-an, bestfriend Aziz dan Adon yang paling kalem, dan yang paling nggak suka nonton film horror..

Arthur, anak Teknik Industri UI, yang paling junior, sama seperti Ria.. master rubiks, santai tapi cerdas dan kritis, paling update soal piala dunia, dan pemain gitar yang bersuara merdu..

Anim, anak Administrasi Niaga UI dan Arif, anak Akuntansi UI.. mereka berdua adalah bos besar dari Eureka Tour yang menyelenggarakan perjalanan ke Kampung Inggris ini..

Saya pasti akan sangat merindukan kebersamaan kami.. dan saya juga akan sangat merindukan suasana di Pare, langit es krim vanila-stroberi senja hari, hamparan pepadian, berbagai toko dan warung makan pinggir jalan tempat kami kongkow-kongkow, semua yang murah meriah, sepeda sejauh mata memandang, dan masih banyak lagi!

Jadi, kalau ditimbang neraca masuk dan keluarnya, saya putuskan bahwa saya lebih banyak mendapatkan untung ketimbang rugi!😀

-nin-

2 thoughts on “PRECIOUS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s