Last Day at Office…

…before my maternity leave, I mean. HAHAHA. And before 2015.

Yep, am currently on my 37 weeks of pregnancy. How does it feel? Heavy? Yup. Happy? Ofc! I can’t wait any longer to meet my little princešŸ™‚ ‘Til I can hear Savage Garden song crossed through my ears “I knew I love you before I met you” #EEAAA mulai dangdut

Last Saturday, I met my Obgyn, dr. Reino Rambey. I gave him the letter from dr. Okky Nathanael (see hereĀ for further info). Trus omĀ dokter (capek cyin ngetikĀ pake bahasa inggris) pun suggest untuk lahiran normal karena toh retina gue baik2 aja. Om dokter jg berpesan agar minus mata gue jangan naik terus, jangan banyak maen gadget :p

Tiba saatnya pemeriksaan dengan USG, dan ternyata di minggu ke-36 kmrn, berat dedek bayi udah 2,9 kg, WOW! So om dokter juga nyaranin agarĀ si baby ga berat2Ā amat, supaya saat proses persalinan nanti ngedennya ga susah. Jangan makan yg manis2 pesan om dokter. Duh gimana ya, martabak manis itu enak bgt sih, dok. Apalagi rasa coklat+keju+susu #kemudianngecesšŸ˜€

Karena HPL masih 25 Januari, gue pun bertanya “Berarti boleh dong kalo cutinya mulai tanggal 12 Januari, dok?”. “Dari sekarang dong”, jawab om dokter. What?!

Trus doi berceramah ini-itu, tentang proses perkembangan anakĀ itu 75% di dalam kandungan. 25% sisanya hingga usia 5 tahun. Lebih dari itu hanya pemberian stimulus aja. “Masa kamu mau sih ngelewatin masa2 berharga itu?”, tanyanya retoris.

Dia nyaranin ambil cuti cepat supaya gue bisa mempersiapkan kehadiran si buah hati, dengan banyak baca buku, banyak belajar. Baca apa aja, Al Quran, buku hadist, belajar bahasa inggris, apapun. Dan dengan cuti cepet gue jadi bisa berolahraga, banyakin jalan, banyakin senam hamil supaya dedek bayi cepet masuk panggul.

“Tau dari mana sih dok soal 75% dan 25% tadi?”, tanya gue kepo, as always. Dari buku kedokteran dikombinasikan dengan hadist, jawabnya.

“Udah ya, ga usah nego lagi, minggu depan langsung cuti. Nanti kamu bakal buktiin omongan saya kalau anak kamu udah remaja, masa2 di mana banyak interfensi dari luar, apakah jadi anak yang penurut atau sebaliknya”, pesan doi lagi.

Analogi dia tuh kayak komputer, kalo emang spek nya bagus, ya bakal bisa diinstall software macem2, tapi kalo spek nya udah ga bagus, ya ga bakal compatible meski diinstall software yg canggih sekalipun. Dan itu semua ditentukan sejak dalam kandungan, 75% sis, persentase yang cukup besar kan.

Those are the things that I won’t get from other doctors. Those are the things that make me choosing you, doc #dangdutabis #okeskip

Yak semangat cuti hamil! Semangat list buku2 bacaan dan bikin jadwal aktivitas harian! Mommy ready to welcome you, kid!

XOXO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s