genuine

I’ll be your comfort place

listen carefully to all your stories

after a long hard day..

.

I’ll be your wound healer

keep you company thru the night

when you’re not okay..

.

my hilariousness is something

that you’ll gonna miss

when I’m not around

.

so please tell me

would you love me

genuinely?

for my beloved kids

Bismillah..

Semoga selalu dalam lindungan Allah ya mas keenan, kakak khalid, nada..

nak, mama selalu ingin berbagi banyak hal tentang pelajaran kehidupan kepada kalian. pelan-pelan berbagi hikmah melalui tulisan di blog ini, supaya ada rekam jejak yang bisa kalian baca kelak meskipun nanti mama sudah tidak ada di dunia ini. namun pada akhirnya kesibukan sehari-hari berhasil menyita perhatian mama..

nak, cita-cita mama dulu bisa jadi sahabat bagi anak-anak mama, tapi ternyata susah ya :’) mama minta maaf untuk setiap luka yang mama torehkan kepada kalian, hormonal, ketidakmampuan mama mengelola emosi dengan baik, kesabaran yang arghhh mama juga sering kesal sama diri mama sendiri. mama selalu merasa bahwa mama tidak cukup baik sebagai ibu kalian. meski mama sering secara sadar meminta maaf kepada kalian, nggak jarang mama ulangi lagi kesalahan yang sama. mama benar2 minta maaf, maafkan mama ya nak..

nak, mama nggak tau sampai kapan bisa menemani kalian, mama berharap bisa melihat kalian tumbuh dewasa, jadi manusia sukses dunia akhirat, jadi manusia sholih sholihah yang Allah mampukan untuk memberi banyak manfaat bagi banyak orang. namun usia itu sudah Allah tentukan nak, bukan mama yang atur kapan mama siap pergi dari dunia yang penuh fitnah / ujian ini, siap ataupun nggak, kalau sudah waktunya harus pergi, kita tidak bisa menolak..

maka dari itu, mama ingin menuliskan pesan wasiat untuk kalian, semoga hal-hal yang mama sampaikan setelah ini bisa menjadi pegangan hidup untuk kalian, tentunya setelah Al Qur’an dan Sunnah..

  1. yang pertama, tolong selalu solat di awal waktu nak. solat adalah amalan yang pertama kali Allah hisab di hari perhitungan (mama berdoa, semoga kita sekeluarga bisa masuk surga Firdaus tanpa hisab, aamiin ya rabb), maka dari itu solat yang benar nak, bersuci / wudhu yang benar supaya solat kalian diterima.. dan khusus untuk keenan & khalid, laki-laki WAJIB solat di masjid.. sedangkan nada, solat terbaik perempuan itu di rumahnya ya nak 🙂 semangat! semoga Allah mudahkan~
  2. niatkan ibadah hanya untuk Allah nak, bukan karena ingin dilihat & didengar oleh orang lain, percuma nak, sia-sia amalanmu kalau ada riya. “ma, kan ini untuk menginspirasi orang lain..”, kalian yakin bisa menjaga hati kalian untuk tidak riya? sesungguhnya tidak publish ibadah itu lebih selamat nak, santai aja, Allah catat kok, nggak ada yang terlewat.. jangan hidup untuk mengejar validasi / pengakuan orang lain ya, capek 😀
  3. sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an, jadikan sabar dan solat sebagai penolong kalian dalam menjalani kehidupan ya. minta tolong terus sama Allah, Allah suka lho kalau kita bergantung pada-Nya. beda sama manusia yang kalau kita mintain tolong terus, ada kemungkinan manusia itu akan menjauhi kita karena lelah / kesal.. curhatnya sama Allah ya nak :’) terjamin kerahasiaannya, dan insyaa Allah hati lebih tenang setelah puas mengadu dan meminta pertolongan-Nya..
  4. baca Qur’an, pelajari isinya (pahami maknanya), dan amalkan.. supaya kalian menjadi Ahlul Qur’an, aamiin ya rabb.. tenang, gapapa kalau hafalan kalian gak banyak, bisa menghafal banyak itu bonus 😉
  5. jangan berhutang ya, nak! Rasulullah tidak mau menyolati jenazah yang masih memiliki hutang, hati-hati. hidup sewajarnya aja nak. mama doakan semoga kalian bisa membeli semua barang & aset dengan cash keras, aamiin ya rabb.. no riba club 😀

pesan wasiat selanjutnya, mama dapatkan setelah perjalanan satu setengah bulan di dzulhijjah 2025, simak baik-baik ya sayang..

6. jangan terlalu khawatir tentang rezeki, Allah benar-benar telah menjamin semuanya, sebagaimana mama mendapatkan banyak kejutan di perjalanan tersebut (menginap di Pullman sekitar seminggu, main ke Museum Clock Tower, juga naik kereta gantung ke Thaif, dan masih banyak lagi), semua free nak, rezeki dari Allah via hamba-hambaNya, jazakumullahu khairan. bahkan bisa dibilang semuanya free karena papa kalian yang bayar perjalanan ini 😉 barakallahu fiih ❤

7. pikirkan baik-baik sebelum bertindak atau berbicara. sebagaimana poin nomor 3, sabar itu kunci untuk menjalani berbagai ujian hidup T.T jangan sampai menyesal karena perbuatan dan ucapan yang dihasilkan saat emosi / tidak sabar. kesulitan hidup ini gak abadi kok, ada waktu selesainya, jadi bersabar ya sayang.

8. bicara yg baik, atau diam. gak semua hal mesti dikomentari. perbanyak istighfar, supaya Allah ampuni dosa kalian dan permudah hidup kalian.

9. beribadah dengan ikhlas dan ittiba, mengikuti sunnah Rasul. agar Allah menerima semua amal ibadah kalian, Allahuma aamiin.

10. jaga pandangan, jangan banyak lihat lawan jenis yang bukan mahrom mu nak, nanti jadi sulit fokus saat ibadah.

11. jangan sombong, jangan jumawa, tetap rendah hati. semua yang kita dapatkan sampai sekarang itu berkat pertolongan Allah, karunia Allah. apa yang mau kita sombongkan?

12. semua amal ibadah transaksinya sama Allah, bukan sama manusia. jadi gak usah berharap apapun saat berbuat baik. Allah punya berbagai cara untuk membalas kebaikan kita, kalau gak di dunia, tentu di akhirat. so chill!

Semoga Allah mudahkan hidup kalian semua ya sayang-sayangku. barakallahu fiikum.

ps: mama love you all so much, because of Allah 😉

Investasi: Cuan Cuan Club!

apa cuma gw yg merasa kalau belakangan ini banyak orang2/temen2/akun2 finansial yg meng-encourge untuk investasi, khususnya saham?

dari yg muncul di instastory, sampai yg muncul di timeline. i just want to remind the muslim one, you better seeking for reference from ustadz if is it allowed or not, is it purely syariah or not. pengennya sih ngingetin langsung reply ke orang2 tersebut, tapi khawatir merusak hubungan karena dia/mereka gak terima – ya kecuali orang2 itu temen yg cukup dekat baru deh gw berani open discussion kalo mereka bertanya. itupun gw menghindari debat, karena kan gak boleh berdebat. jadi yok, mari kita nulis di blog aja yok 😀

ustadz salaf / sunnah banyak yg bahas tentang investasi ini, you better watch your steps, learn throughly. jika tidak, bisa jadi kamu akan tercebur dalam dosa riba. untuk hal2 terkait kpr, investasi (saham, reksadana, bitcoin, emas), cara muamalah/jual-beli kekinian seperti penggunaan e-wallet, promo yg diadakan bank dll, ada cabang ilmu khusus yg mempelajarinya, yaitu fiqih muamalah kontemporer. gw rekomendasiin ustadz ammi nur baits dan ustadz erwandi tarmidzi.

“ah mending ga usah tau lah, ga usah belajar, kalo tau kan jd dosa, kalo gatau kan gak dosa”.
hmm ya gak gitu juga, kewajiban seorang muslim adalah terus belajar. wajib loh. di hari pembalasan, neraka bakal bertanya2 keheranan saat begitu banyak manusia yg diceburkan ke neraka, kata neraka “apakah tidak ada yg memperingatkan kalian di dunia?”. nah, padahal ada utusan Allah, ada para ustadz yg berdakwah juga, kita aja mungkin yang memilih untuk tutup mata. apa kita masih bisa ngeles nanti di hari akhir? T.T

“yaudah sih toh menurut MUI halal, gak usah ribet deh nin”.
ah ini dibahas juga sama 2 ustadz tadi yg gw rekomendasikan di awal, please cari di youtube, for the sake of your future. contoh reksadana syariah deh, baca ketentuan syariah dari MUI. katanya kalo ribanya di bawah sekian persen (cuma sedikit), masih dikategorikan halal. hmm gimana? jd kalo minum wine / makan babi cuma secuil apakah juga jadi halal gitu?

“ustadz salaf lain bolehin kok, kayak ustadz khalid basalamah, cari info yg lengkap dong nin, jangan cuma dari 2 ustadz tadi aja!”
yakin ustadz khalid bolehin? udah dengerin ceramahnya sampe habis belom? beliau bilang boleh tapi ada syaratnya. (1) modal halal (2) sistem halal (3) produk halal (4) perusahaan jelas. well, kalo ada silahkan, sekalian bisikin gw ya :)) produk halal yg perusahaannya jelas sih banyak ya, sistem halal juga mungkin masih ada. tapi modal halal? mostly perusahaan2 khususnya yg sudah ekspansi, pasti pinjam modal dari bank. ya gak?

“lah terus orang islam gak boleh investasi gitu?”
boleh kok, selama bener poin (1), (2), (3), (4) tadi terpenuhi kehalalannya.
atau kalo mau jaga nilai uang supaya gak kena inflasi, bisa beli emas aja, boleh kok. yang penting belinya harus tunai, uang tukar dengan emas di tempat dan waktu yg sama. bukan beli online, bukan sistem PO juga, karena itu juga haram. jadi atiati yaaa 🙂 supaya selamat dunia akhirat, aamiin..

cheers!
barakallahu fiikum.
dari aku yg masih belajar.

KPR syariah, emang riba?

kenapa nulis ini? karena ini pelajaran berharga 😭
semoga kamu yg baca bisa menarik hikmahnya ya, aamiin..
at least buat anak-cucu gw nanti ya kan, semoga mereka semua Allah hindarkan dari riba, aamiin..

“kalau gak ambil KPR kapan punya rumah?
harga rumah naik terus loh..
yg harganya murah, lokasinya makin jauh / ukurannya makin kecil..
masa mau nebeng di rumah ortu terus?
daripada uangnya buat ngontrak, mending buat nyicil rumah lah!”
sounds familiar?

ya, kami pun (gw dan suami) tercebur ambil KPR pertengahan 2014. habis akad nikah, lanjut akad rumah. bangga? dulu iya.
sekarang sedih sih kalo diinget2, kebawa arus omongan orang2 yg lebih senior, lebih dituakan, dianggap lebih bijak. hahahahaha.
ada 1 sih yg bilang baiknya nabung dulu aja jangan ambil KPR, tapi orang2 yg ngasi “pressure” (baca: kasi wejangan) buat ambil KPR itu lebih banyak.
dan karena masih minim ilmu agama juga tepatnya (sekarang juga masih fakir ilmu sih, tapi mencoba less “sotoy” wkwkwk). dulu juga belom kenal dakwah sunnah, belom kenal cabang ilmu fiqih muamalah kontemporer. dan beranggapan selama KPR syariah yaudah aman, bukan riba.
ternyata? salah dong.
jual beli itu halal. tapi berdasarkan undang2 negara (cmiiw), bank syariah dilarang melakukan transaksi jual beli. nah loh?
selain itu, di awal pembelian rumah, nasabah (pembeli) sudah lebih dulu membayar DP ke developer (penjual). seharusnya kalau memang benar transaksi jual beli maka dari awal bank syariah (pembeli) lah yg membeli rumah ke developer (penjual), selanjutnya nasabah (pembeli ke-2) bisa membeli rumah ke bank syariah (penjual ke-2), jadi nasabah tidak perlu membayar DP lebih dulu ke developer.
jika nasabah membayar DP lebih dulu kepada developer, maka bank syariah bertindak sebagai pemberi pembiayaan/hutang (bukan transaksi jual-beli). dan setiap hutang yg ada kelebihan artinya riba. see?
boleh dicek di kajian ustadz ammi nur baits ya guys. detail bgt dan bertahap (runut). insya Allah mudah dimengerti.

btw emang gak rugi ya “pelunasan dipercepat” gitu?
mathematically, kalau gw lunasin sesuai waktu versus gw lunasin dipercepat, gw “untung” 1/3 dari total outstanding (total uang yg harusnya gw lunasi di akhir periode cicilan). lumayan banget kan? belom lagi insya Allah cut off juga dari dosa riba-nya aamiin T.T
dosa riba segede apa sih, kok takut amat? coba cek di youtube kajian ustadz2 sunnah ya, banyak yg bahas.

alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat. laa hawla wa laa quwwata illa billah.

ini terinspirasi dari siapa, kok jadi ngebet banget pengen bebas riba gini?
well, pernah denger kan kata2 “perhatikanlah dengan siapa kamu berteman”.
makasi temanku, ibuk hammam. sudah membuatku melek riba, ga cuek2 aja sama riba, ga menganggap yg syariah itu pasti murni syariah. meski dulu pas ngobrol2 gw banyak denying-nya, banyak ngeyelnya, tapi diskusi2 kita saat itu membawa hikmah buat gw dan keluarga. syukron jazakillah khairan. semoga kita dipertemukan lagi ya di surga Allah kelak aamiin, meski sekarang harus terpisah jarak yang lumayan banget, entah kapan bisa meet up lagi 😥

also thanks to my husband, yg udah mau sama2 belajar, cari tau tentang riba, dan udah berjuang melunasi hutang kemarin. seringkali di atas jam 9 malam masih ada di jalan, lagi otw pulang. itu kerja apa siskamling. gak tega liatnya. jadi suka ngerasa bersalah kenapa gw udah resign T.T jazakallah khairan, barakallahu fiik. semoga Allah membalasmu dengan balasan terbaik di dunia & akhirat, dilipatgandakan pahalamu, dilimpahkan & diberkahkan rezeki mu, dimudahkan untuk memberi manfaat sebanyak2nya pada keluarga khususnya, diizinkan Allah untuk tinggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi (as our dreams huhu), dibebaskan dari azab kubur, dimasukkan ke surga firdaus tanpa hisab, aamiin.

jadi solusinya gimana? tobat. nabung. sodaqoh. sabar. doa. minta sama Allah T.T insya Allah nanti Allah bukakan jalan untuk bisa melunasi hutang, aamiin. bisa dari lancar bisnis sampingannya mungkin, bisa dari naik jabatan di kantor mungkin, Allah has His own way. mirip2 seperti saat mau menikah, niat baik insya Allah dipermudah jalannya.

dulu suka agak iri sama temen2 yg dapet “tunjangan” dari orang tua berupa rumah tinggal, atau setidaknya soft loan tanpa bunga. hidup lebih mudah bukan? hahaha. gak usah mikirin cicilan lagi, atau kalopun nyicil jelas yg dibayar adalah cicilan rumah, bukan bunga/margin/you named it.
tapi tiap orang ada rezeki masing2. toh dapat privilege tadi gak menjamin kebahagiaan di akhirat kan. ga usah iri. oke, nin? hahaha a gently reminder for myself T.T

yg kaya gak bole sombong. yg blm kaya di dunia, tenang, ini cuma sementara, kamu punya peluang untuk jadi lebih kaya dari orang2 yg sekarang kaya di dunia, aamiin.

jadi gitu ya anak2 & cucu2ku sayang. kalau emang mampunya beli apartemen dulu it’s okay. atau kalau gak beli rumah di indonesia dulu juga gak masalah. siapa tau Allah takdirkan kalian menetap di belahan bumi yg lain. tetep nabung. gak usah main spekulasi (baca: investasi) yg gharar/haram walau dengan iming2 “syariah”. semoga Allah jauhkan kalian dari dosa riba & dosa2 lainnya. semoga Allah mudahkan kalian untuk membeli barang2 yg kalian butuhkan secara cash keras! aamiin.

so, cheers!
may Allah always bless you!
Barakallahu fiikum~

sedikit titipan endorse dari temen idup wkwk: buat yg lagi cari rumah di daerah jabodetabek, yg bebas riba, tapi masih bisa dicicil (langsung ke developer, bukan via bank), atau mau cash juga boleh, bisa cek dan follow akun instagram @properti.anti.riba yaaa~ pilihan lokasi dan harga sangat variatif, yuk diliat2 🙂

I’m a Proud Housewife! :D

Gue selalu ragu2 untuk mulai nulis lagi di blog. Dilema rasanya, emang perlu seluruh dunia tau apa yang gue alami dalam hidup? Tapi apa salahnya nulis lagi, toh belum tentu juga follower gue notice (emang punya follower? :p). But anyway, nulis adalah salah satu cara yang baik for release negativity, guilty feeling for example. So, here I am now.

It’s been 6 months since I decided to resign from my company. It’s my very first company, I got accepted there several months before I graduated.

Kenapa resign? Karena mau urus anak. Itu alasan yang gue submit ke HR. The fact is not that simple.

My baby Keenan sempet sakit, kurang kalori, MPASI-nya salah, gak sesuai gizi seimbang saran WHO. Selain itu, dia sempet bingung puting karena pemberian ASI menggunakan dot.

Loh yaudah, tinggal dibenerin aja kan MPASI-nya & nyusu pakai cup feeder. Still, not that simple. Gue nitip Keenan ke nyokap, rasanya ngerepotin banget kalau harus banyak cara begini begitu, kasihan nyokap udah tua suka pegel2 meski masih terhitung sehat, dan lagi itu bukan tanggung jawabnya. Ya, ngurus cucu bukan tanggung jawab nenek & kakek, FYI.

Yaaa kan lo bisa nyewa pembantu/baby sitter untuk urus anak lo, di bawah pengawasan nenek & kakek. Bener, ada yang memilih begitu. Tapi itu artinya akan sampai kapan gue dan keluarga nebeng tinggal di rumah orang tua gue? Padahal kami udah punya rumah sendiri. Kalau Keenan dianter-jemput ke rumah orang tua gue bisa aja sih, tapi takes time karena gak deket2 banget, apalagi kalo macet, yeah BEKASI.

How about Day Care? Bisa aja. Tapi Keenan masih kecil banget, 8 bulan saat gue memutuskan resign. Kalau ada apa2 belum bisa ngadu. Dan sederet pertimbangan lainnya.

Ribet ya? Emang. Tapi satu yang pasti memperkuat alasan gue resign adalah: produksi ASI gue makin lama makin menipis, pernah sehari cuma bisa mompa 30ml, dari sebelumnya 300-400ml. Warbiyasah. Kata dokter laktasi, oksitosin gue mandek padahal ASI gue banyak setelah beliau cek. Oksitosin itu hormon yang mempengaruhi pengeluaran ASI. Karena jarang disedot langsung sama baby, makin lama menyusut lah produksinya. Ada perkataan Ibu dokter yang bikin gue tertampar:

“Kamu tau kan menyusui anak hingga 2 tahun itu wajib hukumnya?”, ujar bu dokter, sambil menunjuk surat Al Baqarah yang ada di Buku Perkembangan Bayi milik Keenan.

“Hmm iyaaa sih dok, tapi bukannya ada kalimat lanjutannya ya di ayat itu, bahwa jika ingin menyapih sebelum 2 tahun tidak ada dosa…”, as always gue ngeyel.

“Ya itu berlaku misalnya jika ibunya hamil lagi sehingga jika member ASI akan berdampak buruk bagi kesehatan sang ibu dan bayi dalam kandungan, atau memang produksi ASI-nya sudah sedikit dari sananya. Tapi kamu kan gak gitu, produksi ASI mu masih banyak”, jawab bu dokter sambil memberi gue wejangan kalo belajar tafsir yang menyeluruh, ampun dok.

“Terus gimana dong, dok? Jadi saya harus resign?”, dan gue pun mulai bimbang…

“Ya saya gak nyuruh kamu resign”, ujarnya. Dokter pun suggest untuk menggunakan cup feeder. Dot bisa menyebabkan anak menderita bingung puting karena perasaan puas yang dihasilkan saat menghisap dot menyerupai saat menghisap langsung dari sang Ibu, kelebihannya adalah aliran yang dihasilkan oleh dot cenderung stabil, tidak seperti saat menyusu langsung pada Ibu, alirannya cenderung fluktuatif, ada fase gak deras, ada fase deras (dikenal dengan LDR – Let Down Reflect). Selain itu, gue pun dikasih surat cuti satu minggu agar bisa memberikan ASI langsung, supaya oksitosin gue lancar lagi.

Selama cuti gue banyak berpikir kembali akan semuanya. Tentang prioritas gue, tentang kerjaan dan karir di kantor, dan tentang cita-cita gue yang lain.

Gue paling takut ngecewain nyokap. Keliatan banget dari ekspresi wajahnya, nada bicaranya, sikapnya, nyokap gue less or more kecewa. Gue harapan terakhir nyokap, liat anak perempuannya jadi wanita karir, kerja kantoran, karena nyokap gue “hanyalah” Ibu Rumah Tangga dan kakak perempuan gue satu2nya memilih untuk jadi Ibu Rumah Tangga juga. Padahal menurut gue, nyokap gue super keren, berhasil mendidik anak2 perempuannya hingga bisa masuk FT UI semua.

Sampai pada keputusan harus resign bener2 bukan hal mudah, istikharah minta dimantapkan dan diberikan yang terbaik oleh Allah, diskusi segala hal dengan suami Alhamdulillah beliau sangat mendukung, curhat sama nyokap-bokap-kakak, sampai minta pendapat teman2 se-almamater yang udah jadi IRT duluan.

Dulu pernah ada bapak2 di kantor yang cerita bahwa saat dia dan istrinya masih sama2 kerja justru rasanya kebutuhan tetap aja gak bisa terpenuhi, rumah belum punya, mobil gak ada, anak gak diurus sendiri. Akhirnya sampai pada suatu titik mereka mendiskusikan semuanya bersama2, dan diputuskan untuk mengembalikan hak dan kewajiban masing2, suami kerja sedangkan istrinya resign untuk urus anak. Qadarullah, Alhamdulillah justru segala yang mereka butuhkan bisa didapat, rumah, mobil, anak pun jadi keurus. Intinya adalah gak usah takut, rezeki udah ada yang atur dan bisa datang dari arah yang tidak disangka2. Catatan tambahan dari si bapak adalah sang istri harus qonaah.

Beliau cerita itu ke gue bahkan di masa awal gue masuk kerja, luar biasa gak? Begitu banyak “pertanda” di sekitar gue…

Mungkin kalau gue gak pindah2 Dept. dalam waktu singkat karena alasan domisili sehingga membuat gue berada di jenjang yang sama sampai gue memutuskan resign…

Mungkin kalau posisi terakhir gue gak di bagian yang harus selalu bisa dihubungi kapanpun dibutuhkan sehingga membuat gue berpikir ulang tentang quality time bersama keluarga…

Mungkin kalau gue gak punya bakat lain dari kecil yang bikin gue terus menerus mempertanyakan apakah gue bisa mewujudkan cita-cita gue itu…

Mungkin kalau gue gak pernah denger curhatan temen2 gue yang Ibu mereka adalah wanita karir, dan mereka merasa gak deket dengan Ibu mereka ketika melihat interaksi gue dan nyokap yang seperti teman…

Bahkan mungkin kalau setelah cuti selama 7 hari ternyata ASI gue tetep aja gak ada perubahan, tetap 30ml per hari meskipun udah segala macam makanan dan booster ASI gue coba sampai stress sendiri…

Maka keputusan gue gak akan pernah sebulat ini.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.

Setelah cuti, apalagi setelah resign, produksi ASI gue pun mulai meningkat lagi, mungkin karena bahagia, gak ada beban kerja dan terlibat dengan “politik” di kantor? Who knows hahaha.

Gue jadi punya banyakkk bangettt waktu sama Keenan, dia nempel banget sama gue sampe2 ke kamar mandi, ke dapur, ke mana2 diikutin, he’s my biggest fans yeah.

Suami gue pun sangat mendukung cita-cita gue, dia support gue untuk join les memperdalam skill gue, yang insyaaAllah nantinya akan jadi karir gue ke depan aamiin.

Nyokap gue? Alhamdulillah perlahan2 beliau pun mulai menerima keadaan, karena pada dasarnya beliau tau setelah berumahtangga keputusan benar2 berada di tangan gue dan suami.

Dan yang paling seru, hal2 baik yang diceritakan bapak2 di kantor dulu Alhamdulillah mulai terjadi juga pada keluarga kami. Memang sesungguhnya Allah telah menyiapkan yang terbaik.

Semoga Allah selalu memberkahi keluarga kecil kami, semoga selalu dicukupkan rezekinya, diberi kesehatan, dan bisa bersama2 berjuang menggapi ridho-Nya, hingga bertemu kembali di surga-Nya kelak, aamiin ya rabbal alaamiin :’)

Semoga kamu yang baca, bisa menghargai apapun yang udah gue putuskan ya. Memilih untuk berkomentar “Great choice, Nin” rather than “Gak sayang gelar masternya? Gak sayang karirnya?”. Well, I’ve already accepted both kind of comment in real world, it’s okay :p

.

.

.

Cheers!

Nindya Sani, known as Mama Keenan / Mrs. Dimas Sanjaya 😉

CARA MEMBUAT SKCK

Di semester terakhir kuliah ini, dalam rangka memenuhi salah satu printilan merepotkan syarat dalam mencari segenggam emas berlian permata melamar pekerjaan, gue pun membuat SKCK, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), as known as Surat Kelakuan Baik.

Gimana sih cara buat SKCK? Berikut detail jerih payah yang gue, nyokap, bokap, dan ponakan gue kerahkan dalam membuat SKCK (ini bikin SKCK apa arisan pake bawa2 keluarga).

 

1. Buat Surat Pengantar (SP) versi RT/RW.

Cara: Datengin rumah Pak RT (kalo di rumah gue sih yang ngurus surat menyurat adalah Pak Sekretaris RT). Simple kok, cukup bawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), ntar doi yang bakal ngisi2 SP nya, udah ada template nya gitu loh, sekaligus doi bakal beri tanda tangan dan ngasih stempel RT di SP tersebut.

Biaya: GRATIS (kalo lo tau diri sih yaa bawa lah buah tangan buat doi, tapi gue sih cuma bilang makasih hehehe).

Lama pembuatan: Tergantung kesibukan si pembuat (kalo gue request malem2, pagi udah jadi, doi baru pulang kerja malem banget gitu soalnya).

 

2. Legalisir Surat Pengantar versi RT/RW.

Cara: Datengin rumah Pak RW. Cukup bawa SP yang udah dibuat di RT, ntar doi bakal tanda tangan dan ngasih stempel RW.

Biaya: Masih GRATIS, mentok2 cuma modal betis nyamperin rumah Pak RW.

Lama pembuatan: Tergantung kesibukan si pembuat (kalo gue cuma 10-15 menit)

 

3. Buat Surat Pengantar versi Kelurahan.

Jadi nanti SP versi RT/RW lo bakal diganti sama SP versi Kelurahan. Gue sempet bingung karena kop surat nya adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), instead of Surat Pengantar SKCK. Laah, jadi yang ngeluarin SKCK sekarang bukan Kepolisian lagi nih tapi Kelurahan? Wakakak..

Cara: Datengin Kantor Kelurahan lo.

Biaya: Rp 15.000,- HARUSNYA GRATIS WOI (Since gue orang yang suka frontal ngelawak ketimbang mendem tapi penasaran binti dongkol, gue pun bertanya kepada Pak Petugas sambil cengengesan “Loh kirain gratis, Pak?”. Dan tampang doi langsung berubah panik, nggak jawab apa2, dan ninggalin gue sok2 nyari kembalian. Lucu banget tampang kepergok doi ngahaha! Udahnya gue pamit ke Bapak tsb, minta doain semoga dapet yang terbaik, sambil nggak lupa salim. Yaah gini2 gue masih sopan juga lah sama orang yang lebih tua hihi)

Lama pembuatan: 20-30 menit

 

4. Buat SKCK (Finally!)

Gue urus SKCK di Polsek, just because itu yang paling deket rumah, lagian ga dibilang harus di Polres jadi ya cincai lah.

Cara: Antri di loket untuk mengumpulkan berkas2 yang dibutuhkan. Kalau buat SKCK baru, bawalah fotolopi KTP & KK, foto 4×6 sebanyak 4 lembar (satu untuk ditempel di buku pendaftaran milik petugas, satu untuk ditempel di SKCK lo, dan dua lagi gue ga tau dipake buat apa, mungkin untuk dikoleksi petugas #yakale), foto 3×4 sebanyak 1 lembar (untuk ditempel di lembar sidik jari), foto 2×3 sebanyak 1 lembar (untuk ditempel di kartu Tik yang gue ga tau kepanjangan nya apa, kartu ini berlaku seumur idup dan fungsinya untuk mengurus perpanjangan SKCK), dan SP. Kalau mau perpanjang SKCK, cukup membawa fotokopi KTP, SKCK lama, foto 4×6 4 lembar bekgron merah/biru, dan kartu Tik (kartu Tik ini bikin lo ga perlu lagi cap sidik jari, mangkanye lo ga perlu lagi bawa foto 3×4 dan 2×3), dan SP bagi yang masa berlaku SKCK nya sudah lebih dari setahun (sebagai konfirmasi bahwa selama setahun lo ga melakukan tindak kriminal pfffft!). Di loket ini gue disuruh bayar uang Rp 15.000,-. Biaya pembuatan SKCK? Mungkin.

Step kedua adalah mengisi formulir pembuatan SKCK yang diberikan oleh petugas, ada 2 macem, gue ga liat judulnya, pokoknya isi aja yak! Note: Pada pertanyaan “Pernahkah anda melakukan tindak kriminal?” maka lo harus menulis “Tidak pernah” jika memang demikian, jangan hanya memberi tanda strip “ – “.

Kalau udah, berikan formulir yang telah lo isi ke petugas sidik jari.

Di bagian sidik jari, lo hanya perlu berdiri dan membiarkan petugas yang men-drive jari2 lo bolak balik dari tinta ke lembar sidik jari sampai ke sepuluh jari tangan lo ternoda oleh tinta. Di sini, gue kena palak Rp 20.000,-. “Bukannya tadi udah, Pak?” orang di sebelah gue protes. “Ini beda sama yang tadi, Bu. Ini biaya cap sidik jari”, kata si petugas, semoga jujur.

Proses hari ini selesai, SKCK gue bisa diambil keesokan harinya.

Eeeeh tapi bentar deh, itu mas2 yang tadi ngisi formulir bareng gue, kok SKCK nya udah jadi yaa, udah legalisir segala. Karena keingintahuan gue yang besar, gue pun bertanya “Mas, itu (nunjuk SKCK) sehari jadi?”. “Nggak, udah buat dari kemaren”, jawab si mas2 dengan muka panik seperti petugas di kelurahan. Loh bukannya tadi isi formulir barengan ya? Gue hanya melanjutkan bertanya dalam hati karena saat itu kami sedang di ruang sidik jari which is si petugas bisa denger. Emang sih sebelumnya gue sempet tanya ke Polisi2 di sana, bisa ga SKCK nya jadi hari ini, soalnya kata temen gue yang udah ngurus, SKCK bisa selesai setengah hari. “Jadinya besok mbak, tapi kalau mendadak coba aja ditanyakan ke petugas, siapa tau bisa”, jawab mereka sambil tersenyum penuh arti. Berhubung gue ga mendesak, yaudalayaaa ambil besok aja. Kemudian masih di ruang yang sama, si petugas bilang kalo mau legalisir maksimal fotokopi 5 lembar. “Tapi mas2 tadi kok berlembar2 pak? Lebih dari 5 kayaknya”, gue masih aja kepo. “Ooh.. Katanya dia mau ngelamar kerja di banyak tempat”, jawab petugas sambil cengengesan. Bukan itu jawaban nya kan, Pak. ZZZ. Dan untuk legalisir, gue pun dipungut biaya seikhlasnya.

Sooo, untuk…

Biaya: Rp 15.000,- + Rp 25.000 + Rp *seikhlasnya* = Rp 50.000,- + Rp *seikhlasnya* (mungkin bisa berbeda di tiap tempat pembuatan SKCK)

Lama pembuatan: Tergantung kebijakan tempat di mana lo membuat SKCK. Oh well *face palm*

 

Itulah pengalaman gue membuat SKCK. Niat pengen ngasih tau cara2nya malah jadi curhat yaa wakakak. Thanks to my Mom who has accompanied me to Pak Sekretaris RT and Pak RW. And to my Dad who has brought my old SKCK, and my niece who followed my Dad hahaha.

Awalnya gue mau perpanjang SKCK aja setelah liat persyaratan SKCK baru harus pake foto bekgron biru padahal foto gue bekgron merah semua, sedangkan perpanjangan SKCK boleh pake bekgron merah. Ternyata SKCK lama gue beda sama yang SKCK yang ada sekarang, yang punya gue dulu belom pake sistem sidik jari. Untungnya kata si petugas buat SKCK baru juga boleh pake foto bekgron merah, ga mesti biru. 🙂

Hidup Bukan Cerita Komik

Salah satu komik yang berakhir paling menyedihkan yang pernah gue baca waktu SD ialah Doki-Doki, karangan Yuka Takase. Komik itu bercerita mengenai lima orang sahabat yang terdiri dari tiga orang wanita yaitu Chika, Kaori, dan Shigeru, serta dua orang pria yaitu Hiroya dan Yuya yang merupakan saudara kembar. Singkatnya, Kaori suka sama Hiroya, tapi Hiroya suka sama Chika. Chika sendiri awalnya “merasa” cuma menganggap Hiroya sebagai seorang teman, nggak lebih. Namun benarkah demikian? Ternyata seiring berjalannya waktu, Chika sadar kalau selama ini dia juga suka sama Hiroya. Akan tetapi, karena tidak ingin menyakiti hati sahabatnya, Kaori yang juga suka Hiroya, maka Chika memutuskan untuk menutupi perasaannya tersebut. Sampai pada suatu hari akhirnya Hiroya menyerah mengejar Chika yang tidak juga memberikan respon positif, dan memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Kaori. Oke, komik ini sepertinya bukan bacaan anak SD. Hmmm, lanjut.

Doki-Doki


Chika jelas sedih, hancur, galau tiada tara waktu tahu Hiroya dan Kaori jadian, tapi di sisi lain bagaimanapun kedua orang itu sahabatnya, jadi dia “harus” ikut senang. Nah, ternyata Yuya si kembarannya Hiroya, juga suka sama Chika. Atas pertimbangan dari Shigeru, Chika pun menerima ajakan Yuya untuk berpacaran, dengan harapan rasa sakit hatinya akan Hiroya bisa hilang, dan dia pun nantinya bisa menyukai Yuya yang nggak kalah baik dari Hiroya. Yak, sekian review-nya.

Dulu gue sempet mikir, si Chika dodol banget. Tapi mungkin Chika cuma terlalu setia kawan. Chika tahu perjuangan Kaori buat mendapatkan hati Hiroya, penantian Kaori saat Hiroya pergi ke Amerika selama 3 tahun, apalagi Kaori tipe wanita lemah yang mudah sakit terlebih kalau terganggu secara emosional. Masa selama ini jadi tempat curhat Kaori tentang Hiroya, tahu2 Chika malah tega menerima ajakan Hiroya untuk pacaran. Makan temen banget gak sih?!

Tapi, cerita kayak gitu mungkin memang cuma ada di komik…

Di dunia nyata, “Chika” belum tentu sepeka itu sama perasaan “Kaori”. Atau “Chika” bisa aja peka tapi pura-pura cuek dan tetap memutuskan untuk jadian sama “Hiroya”. Iya, “Kaori” di dunia nyata jelas dituntut untuk jadi wanita yang kuat dan nggak cengeng, yang nggak bisa banyak berharap sama orang yang dia percaya untuk nggak mengkhianatinya. “Kaori” harus belajar bersikap dewasa, sabar, dan ikhlas dalam menghadapi kenyataan pahit yang menimpanya. Hahaha, semangat “Kaori”!!!

Karena hidup nggak selalu sama seperti apa yang lo mau. So, be strong “Kaori”! Don’t worry, God already has a big plan for you, the beautiful one! Just be patient! 🙂 🙂 🙂

 

 

Untuk “Kaori”,

Nindya

ps: Di google dibilang kalo komik Doki-Doki yang beredar di Indonesia itu belum tamat. Aslinya, Kaori akhirnya mengalah dan merelakan Hiroya menjalin hubungan dengan Chika. Well done, Kaori! 😀

Say Cheers! :D

For me, one of the greatest pleasure in life is making someone smile because of my jokes. It’s great to see their glowing eyes and hilarious laugh, especially if my jokes could heal them from their hard time. 😀 😀 😀
I learn a lot from my friends who had huge problems in their life but have no hesitation to stay joyful and cheer people around them by their existence, whereas they still must solve their own problems. Terrific, nah?
Eventhough it’s just a small simple act, I want to be at least a cause why people around me happy! 🙂

woohoo!

Cheers,
Nindya

Dilema Stalking

Social networking telah menjadi suatu media yang berhasil membuat para penggunanya memiliki hobi baru, yaitu stalking a.k.a menguntit. Hal-hal yang tergolong stalking antara lain:
– Melihat-lihat data diri si korban secara detail (yang paling umum yaitu: school/university, relationship status, website, screen name)
– Melihat-lihat postingan2 di wall si korban (misalnya komen dan nge-wall dimana aja, recent activity nya ngapain aja)
– Melihat-lihat album foto si korban (bahkan sampai baca semua komen bodoh nya)
– Melihat-lihat hubungan si korban dengan seseorang misalnya melalui menu “see friendship” (menu ini semakin mendukung para stalker beraksi liar)
– Dan lain-lain yang tidak akan saya deskripsikan lebih jauh

Pernah melakukan salah satu dari kegiatan “melihat-lihat” tersebut? Kalo iya, berarti lo stalker :p

I’m stalking you

Menurut saya, stalking merupakan suatu hal yang wajar dilakukan di dunia maya. Banyak kenalan saya yang sembunyi-sembunyi atau terang-terangan memiliki hobi stalking.
Pesan saya kepada para korban adalah:

Jangan mem-publish apapun jika tidak mau di-stalk.

Ya, sesimpel itu solusinya.
Seharusnya si korban merasa beruntung telah di-stalk karena sadar atau tidak ketika mem-publish sesuatu tentu kita berharap mendapatkan tanggapan dari orang lain, at least diliat orang lah ya (kok kesannya pamer hahaha), bukan begitu? Nah, berarti si korban seyogyanya berterimakasih kepada si stalker, walopun si stalker bukan tipe yang suka ngasih feedback sih, cuma seneng observasi aja (bahkan ada yang jadiin bahan gosip) 😀

Tapi tempo hari, saya gak sengaja baca surat Al-Hujurat : 12, yang intinya menyatakan agar kita jangan berprasangkan, jangan mencari-cari kesalahan, dan jangan menggunjing.
Yang menarik adalah footnote ayat tersebut, yaitu :

Haram hukumnya pula untuk berburuk sangka dan memata-matai kehidupan orang lain.

we are spy

Stalking termasuk memata-matai kehidupan orang lain kah??? Kalau boleh berpendapat, yang namanya memata-matai itu, menurut saya, adalah mencari tahu secara diam-diam hal-hal yang ingin disembunyikan oleh si korban, misalnya aib yang tidak ingin diketahui orang banyak. Sedangkan stalking tidak demikian, stalking hanya dapat dilakukan apabila si korban mem-publish sesuatu dengan sangat ikhlas tanpa paksaan.

Terlepas dari dilema stalking dosa atau tidak, saya sih merasa stalking telah memberi banyak efek buruk pada diri saya. Contoh mudahnya adalah membuang-buang waktu untuk hal yang sangat tidak berguna. Niat buka social networking cuma buat bales komen / wall orang, eh malah liat yang aneh-aneh di news feed, dan jadi keterusan stalking lama, padahal harusnya waktu senggang itu bisa dipake buat ngelakuin hal lain yang lebih bermanfaat. Tapi di sisi lain, hobi stalking juga memberi saya banyak info berguna misalnya info lomba poster yang alhamdulillah bisa menang. Kalo ini sih stalking membawa berkah ya hahaha 😀

Bener-bener dilema, fiuuuhhh..
Yaaah asal tau batasan-batasan nya, saya rasa stalking cukup aman untuk dilakukan. Balik ke diri masing-masing deh :p