I’m a Proud Housewife! :D

Gue selalu ragu2 untuk mulai nulis lagi di blog. Dilema rasanya, emang perlu seluruh dunia tau apa yang gue alami dalam hidup? Tapi apa salahnya nulis lagi, toh belum tentu juga follower gue notice (emang punya follower? :p). But anyway, nulis adalah salah satu cara yang baik for release negativity, guilty feeling for example. So, here I am now.

It’s been 6 months since I decided to resign from my company. It’s my very first company, I got accepted there several months before I graduated.

Kenapa resign? Karena mau urus anak. Itu alasan yang gue submit ke HR. The fact is not that simple.

My baby Keenan sempet sakit, kurang kalori, MPASI-nya salah, gak sesuai gizi seimbang saran WHO. Selain itu, dia sempet bingung puting karena pemberian ASI menggunakan dot.

Loh yaudah, tinggal dibenerin aja kan MPASI-nya & nyusu pakai cup feeder. Still, not that simple. Gue nitip Keenan ke nyokap, rasanya ngerepotin banget kalau harus banyak cara begini begitu, kasihan nyokap udah tua suka pegel2 meski masih terhitung sehat, dan lagi itu bukan tanggung jawabnya. Ya, ngurus cucu bukan tanggung jawab nenek & kakek, FYI.

Yaaa kan lo bisa nyewa pembantu/baby sitter untuk urus anak lo, di bawah pengawasan nenek & kakek. Bener, ada yang memilih begitu. Tapi itu artinya akan sampai kapan gue dan keluarga nebeng tinggal di rumah orang tua gue? Padahal kami udah punya rumah sendiri. Kalau Keenan dianter-jemput ke rumah orang tua gue bisa aja sih, tapi takes time karena gak deket2 banget, apalagi kalo macet, yeah BEKASI.

How about Day Care? Bisa aja. Tapi Keenan masih kecil banget, 8 bulan saat gue memutuskan resign. Kalau ada apa2 belum bisa ngadu. Dan sederet pertimbangan lainnya.

Ribet ya? Emang. Tapi satu yang pasti memperkuat alasan gue resign adalah: produksi ASI gue makin lama makin menipis, pernah sehari cuma bisa mompa 30ml, dari sebelumnya 300-400ml. Warbiyasah. Kata dokter laktasi, oksitosin gue mandek padahal ASI gue banyak setelah beliau cek. Oksitosin itu hormon yang mempengaruhi pengeluaran ASI. Karena jarang disedot langsung sama baby, makin lama menyusut lah produksinya. Ada perkataan Ibu dokter yang bikin gue tertampar:

“Kamu tau kan menyusui anak hingga 2 tahun itu wajib hukumnya?”, ujar bu dokter, sambil menunjuk surat Al Baqarah yang ada di Buku Perkembangan Bayi milik Keenan.

“Hmm iyaaa sih dok, tapi bukannya ada kalimat lanjutannya ya di ayat itu, bahwa jika ingin menyapih sebelum 2 tahun tidak ada dosa…”, as always gue ngeyel.

“Ya itu berlaku misalnya jika ibunya hamil lagi sehingga jika member ASI akan berdampak buruk bagi kesehatan sang ibu dan bayi dalam kandungan, atau memang produksi ASI-nya sudah sedikit dari sananya. Tapi kamu kan gak gitu, produksi ASI mu masih banyak”, jawab bu dokter sambil memberi gue wejangan kalo belajar tafsir yang menyeluruh, ampun dok.

“Terus gimana dong, dok? Jadi saya harus resign?”, dan gue pun mulai bimbang…

“Ya saya gak nyuruh kamu resign”, ujarnya. Dokter pun suggest untuk menggunakan cup feeder. Dot bisa menyebabkan anak menderita bingung puting karena perasaan puas yang dihasilkan saat menghisap dot menyerupai saat menghisap langsung dari sang Ibu, kelebihannya adalah aliran yang dihasilkan oleh dot cenderung stabil, tidak seperti saat menyusu langsung pada Ibu, alirannya cenderung fluktuatif, ada fase gak deras, ada fase deras (dikenal dengan LDR – Let Down Reflect). Selain itu, gue pun dikasih surat cuti satu minggu agar bisa memberikan ASI langsung, supaya oksitosin gue lancar lagi.

Selama cuti gue banyak berpikir kembali akan semuanya. Tentang prioritas gue, tentang kerjaan dan karir di kantor, dan tentang cita-cita gue yang lain.

Gue paling takut ngecewain nyokap. Keliatan banget dari ekspresi wajahnya, nada bicaranya, sikapnya, nyokap gue less or more kecewa. Gue harapan terakhir nyokap, liat anak perempuannya jadi wanita karir, kerja kantoran, karena nyokap gue “hanyalah” Ibu Rumah Tangga dan kakak perempuan gue satu2nya memilih untuk jadi Ibu Rumah Tangga juga. Padahal menurut gue, nyokap gue super keren, berhasil mendidik anak2 perempuannya hingga bisa masuk FT UI semua.

Sampai pada keputusan harus resign bener2 bukan hal mudah, istikharah minta dimantapkan dan diberikan yang terbaik oleh Allah, diskusi segala hal dengan suami Alhamdulillah beliau sangat mendukung, curhat sama nyokap-bokap-kakak, sampai minta pendapat teman2 se-almamater yang udah jadi IRT duluan.

Dulu pernah ada bapak2 di kantor yang cerita bahwa saat dia dan istrinya masih sama2 kerja justru rasanya kebutuhan tetap aja gak bisa terpenuhi, rumah belum punya, mobil gak ada, anak gak diurus sendiri. Akhirnya sampai pada suatu titik mereka mendiskusikan semuanya bersama2, dan diputuskan untuk mengembalikan hak dan kewajiban masing2, suami kerja sedangkan istrinya resign untuk urus anak. Qadarullah, Alhamdulillah justru segala yang mereka butuhkan bisa didapat, rumah, mobil, anak pun jadi keurus. Intinya adalah gak usah takut, rezeki udah ada yang atur dan bisa datang dari arah yang tidak disangka2. Catatan tambahan dari si bapak adalah sang istri harus qonaah.

Beliau cerita itu ke gue bahkan di masa awal gue masuk kerja, luar biasa gak? Begitu banyak “pertanda” di sekitar gue…

Mungkin kalau gue gak pindah2 Dept. dalam waktu singkat karena alasan domisili sehingga membuat gue berada di jenjang yang sama sampai gue memutuskan resign…

Mungkin kalau posisi terakhir gue gak di bagian yang harus selalu bisa dihubungi kapanpun dibutuhkan sehingga membuat gue berpikir ulang tentang quality time bersama keluarga…

Mungkin kalau gue gak punya bakat lain dari kecil yang bikin gue terus menerus mempertanyakan apakah gue bisa mewujudkan cita-cita gue itu…

Mungkin kalau gue gak pernah denger curhatan temen2 gue yang Ibu mereka adalah wanita karir, dan mereka merasa gak deket dengan Ibu mereka ketika melihat interaksi gue dan nyokap yang seperti teman…

Bahkan mungkin kalau setelah cuti selama 7 hari ternyata ASI gue tetep aja gak ada perubahan, tetap 30ml per hari meskipun udah segala macam makanan dan booster ASI gue coba sampai stress sendiri…

Maka keputusan gue gak akan pernah sebulat ini.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.

Setelah cuti, apalagi setelah resign, produksi ASI gue pun mulai meningkat lagi, mungkin karena bahagia, gak ada beban kerja dan terlibat dengan “politik” di kantor? Who knows hahaha.

Gue jadi punya banyakkk bangettt waktu sama Keenan, dia nempel banget sama gue sampe2 ke kamar mandi, ke dapur, ke mana2 diikutin, he’s my biggest fans yeah.

Suami gue pun sangat mendukung cita-cita gue, dia support gue untuk join les memperdalam skill gue, yang insyaaAllah nantinya akan jadi karir gue ke depan aamiin.

Nyokap gue? Alhamdulillah perlahan2 beliau pun mulai menerima keadaan, karena pada dasarnya beliau tau setelah berumahtangga keputusan benar2 berada di tangan gue dan suami.

Dan yang paling seru, hal2 baik yang diceritakan bapak2 di kantor dulu Alhamdulillah mulai terjadi juga pada keluarga kami. Memang sesungguhnya Allah telah menyiapkan yang terbaik.

Semoga Allah selalu memberkahi keluarga kecil kami, semoga selalu dicukupkan rezekinya, diberi kesehatan, dan bisa bersama2 berjuang menggapi ridho-Nya, hingga bertemu kembali di surga-Nya kelak, aamiin ya rabbal alaamiin :’)

Semoga kamu yang baca, bisa menghargai apapun yang udah gue putuskan ya. Memilih untuk berkomentar “Great choice, Nin” rather than “Gak sayang gelar masternya? Gak sayang karirnya?”. Well, I’ve already accepted both kind of comment in real world, it’s okay :p

.

.

.

Cheers!

Nindya Sani, known as Mama Keenan / Mrs. Dimas Sanjaya😉

Thank You and See You, my Obgyn!

Seminggu sepulang dari RS, gue kontrol luka operasi. Seperti biasa, kekonyolan pun terjadi: perekat perban luka operasi gue sudah mulai lepas di hari gue pulang dari RS. Untuk mengantisipasi agar tidak semakin terkelupas, gue pun berinisiatif merekatkan kembali dengan bantuan plester. Seriously bentuknya jadi aneh bingits. Dan ENG ING ENG pas ketemu om dokter, gue langsung dibombardir dengan pertanyaan kenapa bisa jadi begitu. Om dokter bilang kalau perekat perban kuat, tidak akan terpengaruh dengan pergerakan pasien, yang bisa membuatnya terkelupas hanyalah air sabun. Well, mungkin meskipun gue sudah berhati2, masih ada air sabun yg berhasil menyerang si perekat perban dan menyelinap masuk.

“Iritasi nih, agak kemerahan. Kemungkinan karena lembab akibat air yang menyusup masuk ke dalam perban”, jelas om dokter.

“Kok muka kamu gitu sih, kayak aneh gitu ngeliat lukanya. Emang serem banget ya? Fotoin dong, aku mau liat”, ujar gue ke suami saat lihat ekspresi wajahnya yg aneh2 jijik wkwk. Posisi gue terbaring di kasur saat perban dibuka jadi ga bisa lihat langsung.

“Ya kemerahan gitu, sini aku fotoin”, sahut laki gue.

“Ya foto dulu, selfie”, kata om dokter ikut nimbrung.

“Dih yakali dok, selfie. Trus di-upload gitu”, bales gue.

Setelah diresepi salep dan vitamin pereda iritasi, gue pun disuruh kontrol kembali pasca nifas.


Sebulan kemudian gue pun semakin cantik dan langsing kembali kontrol. Begitu ketemu om dokter, gue langsung pamer foto ketampanan baby Keenan wkwk – Keenan is my baby boy nickname. Apa aja yg dibahas pada kontrol kali ini? Ga lain dan ga bukan adalah seputar konsultasi jenis KB yg paling kece, kata om dokter semuanya bagus #censored. Kemudian rahim gue dicek dan ternyata sudah kembali baik. Hal konyol yg dilakukan hari ini adalah foto wefie bertiga bareng laki gue dan om dokter, sampe2 diketawain suster wkwk bodo amat. Sebenernya hari itu ada kenang2an yg mau dikasih ke om dokter but accidentally mesti diundur. Jadilah kenang2an tsb baru bisa dikasih di jadwal rutin om dokter berikutnya (masih di minggu yg sama).

Wefie with The Obgyn

Wefie with The Obgyn

I’ve been thinking the present about 2 weeks before, gue ga mau ngasih yg standar macem donat atau pizza dkk. Akhirnya gue memilih untuk memberikan cupcakes set, ada 9 pcs cupcakes yang tiap cupcake punya ceritanya masing2, semacam kaleidoskop dari awal bertemu om dokter. Suami gue yg nganterin cupcakes nya (gue ga ikut karena nyusuin dedek bayi) dan jelasin langsung cerita di balik tiap cupcake ke om dokter. Susternya sampe mupeng kepengen dikasih cupcakes juga wkwk. Ga lupa gue selipkan sebuah kartu ucapan, isinya singkat tapi gue harap bisa mewakilkan rasa terima kasih gue:

Thank You for delivering our little prince, for the advices, and for the jokes. Each cupcake has it own story, wish you enjoy all of them.

Cupcakes nya rasa choco-coffee, spesial buat om dokter yg hobi minum kopi kalo harus kerja sampai malem karena antrian pasien bejibun #cieeeguemerhatiinaja wkwk. He said the cupcakes are delicious and unique, that’s why he made it as his prof pict on WA. Well, one of the most satisfying things in universe is knowing that people love your present (as I quote on my Instagram).😀

His Profile Picture on Whatsapp: The Cupcakes!! :D

His Profile Picture on Whatsapp: The Cupcakes!!😀

Banyak ibu2 di forum online yg bilang kalo om dokter itu ganteng HAHAHA, but the things that impressed me much adalah cara om dokter yg meriksa pasien dengan teliti (contohnya doi sampe ngulang pengukuran sebanyak 3 kali waktu anak gue diprediksi beratnya mencapai 4 kg, plus masih dicek juga pake USG intravaginal), mau menanggapi pertanyaan2 pasien dengan sabar (apalagi yg suka ngelemparin pertanyaan konyol kayak gue), banyak saran2 bermanfaat yg diberikan (maklum eke kan newbie, jadi masih agak2 clueless gitu), and the most important thing adalah ga jarang om dokter bisa ngelawak juga (padahal waktu awal2 kontrol tuh formal loh haha, tau pasiennya agak error mungkin jadi kepancing juga wkwk).

Dadah om dokter Reino Rambey SpOG, semoga om dokter semakin lucu. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan insya Allah!🙂🙂🙂

The “Execution” Day

Minggu2 menjelang HPL adalah minggu2 ter-deg2-wow buat gue (okay, another alay phrase used). In the 38 weeks of pregnancy, my baby weight was predicted around 3.3 kg by the obgyn, dr. Reino Rambey SpOG. A week after, his weight was increased significantly, into 4 kg!! Awesome, huh?!

Ask me how come, am not sure – I didn’t consume cold drink, the one and only cold meal I ate at that 39 week was an ice cream and I ate that on the day I went to doctor, so it’s rather impossible to be the cause. Oh, I also ate a few of chocolate. Well, the obgyn has already forbid me to consume sweet food as I told you in the post before, so I guessed a few is no prob, but who knows efek dari segelintir coklat bisa menambah berat bayi gue hingga 800 gram.

Karena terlalu besar, om dokter ga rekomen untuk lahiran normal. Why? Karena too risky, pundak dedek bayi bisa tersangkut saat proses melahirkan dan kalau udah gitu endingnya bisa diperlukan tindakan tambahan bahkan sampai operasi tidak terencana. Besides, pada ibu juga terdapat resiko yaitu turunnya kandung kemih sehingga saat tua nanti si ibu jadi sulit menahan BAK alias gampang ngompol, nah loh! Diperiksa pakai USG intravaginal pun ternyata jarak bayi dengan jalan keluar masih 4 cm, padahal menurut om dokter seharusnya di minggu tsb, jarak bayi dengan jalan keluar sudah sekitar 2,5 cm saja.

Om dokter ga sekonyong2 ketok palu bahwa gue harus melahirkan melalui Sectio Caesaria, dia memperbolehkan gue nunggu untuk lihat perkembangan di minggu selanjutnya atau juga untuk diskusi dengan keluarga, namun dengan resiko jika semakin lama maka bayi bisa semakin besar. Ortu gue ga mempermasalahkan lahir dengan cara apapun yang penting ibu dan bayi sehat. So, karena alasan2 yang telah dikemukakan di atas, hanya dalam waktu semalam, jadilah gue dan suami memutuskan untuk SC, bismillah.

Singkat cerita, besoknya gue langsung ke RS Haji untuk cek darah di Lab menjelang operasi (timing pembekuan darah dkk), ketemu dokter anastesi untuk bawa hasil Lab dan ditanya2 seputar alergi obat dkk (nunggunya lama banget cyiiin kayak nunggu jodoh karena padatnya jadwal operasi), janjian sama dokter Reino via suster untuk nentuin hari eksekusi (ga main tanggal cantik lagi deh, kapan om dokter available aja wkwk), sampai booking kelas kamar. Itu semua dilakukan dalam satu hari yg sama, sendirian, hebat kan hahaha #mandiri.


16 Januari 2015: Sempet2nya gue melancong ke salon seharian, biar nanti keliatan cantik waktu di ruang operasi #dih #yakali #centil. Pulang dari salon, telpon2an sama RS Haji, mastiin kamar yg eke mau udah ready belom. Habis Isya capcus ke RS Haji. Nyampe sana, laki gue mulai urus administrasi, sedangkan gue dibawa ke suatu ruangan agar denyut jantung dedek bayi dibaca by a tool in a period of time, sambil gue harus memencet sebuah tombol setiap kali si bocah dalam perut bergerak. Sampai di kamar, ada suster yg memasang jarum untuk infus di tangan gue (sempet gagal pula sekali karena gue tegang jadi pembuluh darahnya kabur wkwk) dan melakukan persiapan lainnya sebelum pasien masuk ruang operasi besok #censored. Sisanya hanya adegan tidur. Thanks to several friends who have accompanied me at that night through whatsapp LOL.


17 Januari 2015: Pagi2 ada suster dateng pasang cairan infus dan bawa kursi roda, kayak pasien beneran rasanya dianter ke ruang operasi pakai kursi roda. Masuk ruang persiapan operasi, eke ganti baju serba ijo, jilbab ditanggalkan, kepala hanya ditutup head cover, maafkan hamba Ya Allah #sholehah. Yang paling penting sebelum masuk ruang operasi sempet cium nyokap dulu, itu lebih penting daripada cium suami, weeek! :p

Di dalem ruang operasi, eke disuruh peluk bantal sambil pundak dan punggung eke didorong ke bawah eh ternyata mau disuntik epidural, ga sakit tuh alhamdulillah. Di pasang kateter juga ga sakit karena obat bius udah mulai bekerja, cuman kaget dikit aja.

Ketemu om dokter, doi pun nanya “Takut ga?” – oh ini karena ada drama gue ketakutan waktu doi bilang ga rekomen lahiran normal. Emang sih awalnya gue sempet mikir caesar enak ga pake ribet, tapi semenjak nemu artikel yg bilang kalo caesar banyak resikonya, eke jadi takut seriusan cyiiin, bahkan waktu divonis caesar eke sampe ga bisa tidur nyenyak semalaman, DOR!

“Lumayan takut, ngelawak dong dok”, jawab gue ngasal, biar ga tegang aja. Hahaha buset dokter gue suruh ngelawak, bisa2 kena charge biaya lain-lain: ngelawak.

Tiba waktunya kain hijau mulai dibentangkan di depan gue, tanda operasi dimulai. Alat supply oksigen berbentuk selang yg dipasang di hidung malah bikin eke susah napas karena adanya backflow antara supply oksigen masuk ke hidung melawan karbon dioksida yg gue keluarkan. Akhirnya diganti dengan alat supply oksigen yg menutupi hidung dan mulut sekaligus, baru deh kerasa nyaman.

Selama operasi berlangsung, tim dokter dan suster di sana killing time ngobrolin entah apa (emang kata temen gue begitu kok, malah pas dia operasi caesar dokternya ngobrolin capres cawapres #demampemilu). Gue yg udah mulai ngantuk nggak mau kalah sok2 nimbrung, lupa bahas apa aja haha yg gue inget ada bahas2 seseorang dicalonin jadi mantu untuk anak om dokter yg paling gede #adamakcomblangdiruangoperasi wkwk. Om dokter ga gitu nanggepin, mungkin karena ga sreg sama si calon lagi fokus nanganin gue. Ga lama kemudian terdengar bunyi suara bayi menangis begitu kencang.

“Eh anak siapa tuh? Anak aku ya? Cepet banget udah keluar haha”, ini adalah komen terkonyol yg terlontar dari seorang ibu yg lagi ngefly kena obat bius wkwk. Yaiyalah anak gue, menurut ngana?!

“Nangisnya heboh banget ya haha”, another silly comment I made, forgive me, gue ga 100% sadar #ngeles.

Om dokter ngelongok dari balik tirai hijau, “Iya heboh, kayak ibunya”. Kemudian kembali menghilang di balik tirai hijau, sibuk dengan urusan jahit menjahit.

Ga lama setelah bayi keluar terdengar suara musik merdu yang dibawakan oleh penyanyi Indonesia, mungkin itu bunyi ringtone handphone seseorang yang lupa dimatikan untuk menghibur si bayi dengan suara nyaman, pernah dikasih tau temen sih kalo waktu anaknya lahir juga disetelin musik sama dokternya.

“Wah ada musik, ganti lagu barat dong, haha request”, celoteh gue begitu mendengar alunan musik. Serius ini pengaruh obat bius! Ga ada yg ketawa denger omongan gue, yg ada malah musiknya langsung dimatiin. Fine. HAHAHA.

“Dok, boleh minum obat cina ga, itu loh dok yang katanya biar luka operasi cepet kering”, tanya gue.

“Emang orang cina, bukan?”, intip om dokter dari balik tirai hijau.

“Bukan”

“Kalau bukan, ga usah minum obat cina”, sahut om dokter sambil kembali fokus menjahit.

“Terus minum apa dong?”, serius deh ini kayak pertanyaan anak TK.

“Ntar minum obat yg dikasih dokter Reino aja”, jawab dokter anastesi.

Oke, yg bilang operasi caesar nyeremin awas loh gue kutuk jadi ulet keket. That’s the most fun operation in 45 minutes of my life. Tega yaaa sampe gue ketakutan ga bisa tidur nyenyak, huh!

Dapet IMD cuma beberapa kenyotan, karena ruang operasi dingin jadi ga bisa lama2, itupun anak gue ga ditaroh di dada tapi digendong sama suster dan udah dibungkus kain hijau biar ga licin kalau digendong. Sebelumnya suster ngecek air susu gue udah keluar atau belum, “Wah udah banyak ini”. Alhamdulillah. See, ga ada pengaruh caesar sama ga bisa keluar ASI. WOOO another hoax terbantahkan!

Ga, gue ga nyuruh orang2 operasi caesar, cuman mematahkan statement orang2 yg menakuti atau meremehkan aja. Kalau emang ada yg nyeremin, kan bukan artinya digeneralisasi. Pernah belajar statistik ga sih lo? Data pencilan doang kali tuh, bikin eke serem aja. Lagian gue ga bakalan kok operasi caesar kalo bisa normal. Semua orang niatnya baik yaitu untuk menyelamatkan ibu dan anak, why still doubting, nah??

Setelah operasi, gue dibawa balik ke kamar, ga boleh angkat kepala selama 24 jam, belajar menyusui sambil tiduran miring – thanks to my beautiful mom, mama siaga banget deh! Laki gue udah kecapean karena seharian ada aja administrasi yg diurus dll jadi ga tega juga kalau dia bangun tengah malam. Sumpah ga kebayang kalau ga ada nyokap pasti sedih banget, emang ga ada yg ngalahin kasih sayang ibu kandung T.T


18 Januari 2015 (H+1 pasca operasi): gue udah boleh belajar jalan. Tamu2 yang dateng berkunjung pun kaget liat gue udah lincah wkwk. Selidik punya selidik, itu karena om dokter kasih obat yg kece2, dia ga pengen pasiennya ngerasa ga nyaman karena luka operasi . Mulai dari obat yang dimasukkan via infus, via anus, via oral, sampai obat yg paling sakti yaitu patch yang ditempel di bawah leher (sumber informasi: suster).


19 Januari 2015 (H+2 pasca operasi): kontrol sama om dokter.

“Udah bisa ngapain aja?”, tanya om dokter.

“Udah bisa salto dok”, jawab gue ngasal. “Dok, obat yang di sini enak dok, jadi ga sakit luka operasinya”, nunjuk ke patch yg ditempel di bawah leher.

“Iya, yang penting sakitnya ga di sini, kan?”, bales om dokter sambil nunjuk ke dada. Nah yaa ketauan deh ngefans sama Cita Chitato!

Habis cek luka operasi, om dokter pun bilang kalau lukanya udah mulai kering, “Bentar lagi udah bisa pakai bikini nih”. Dih, yakeleusss.

Perban pun diganti yg baru. Boleh mandi tapi ga boleh kena air sabun karena perban bisa copot, cari tuh caranya gimana, DOR!


20 Januari 2015 (H+3 pasca operasi): anak eke dikasih suntik hepatitis B, terus dicek bilirubin, alhamdulillah masih normal, 9.5 out of 12. Hore boleh pulang hihi. Bosen banget cyiiin di RS. Bukan karena makanan ga enak, enak2 banget makanan nya, salut deh sama catering RS Haji. Bukan juga karena kamarnya ga nyaman, kelas satu cuy, sekamar sendiri meskipun sharing kamar mandi tapi selalu bersih, ada OB yg selalu rajin bersih2. Fasilitas di kamar pun menyenangkan: ada TV, kulkas, lemari, wastafel, bisa minta air panas untuk minum. Yg bikin ga betah ya suasananya itu2 aja, simply missing home lah.

***bersambung ke postingan selanjutnya…

Last Day at Office…

…before my maternity leave, I mean. HAHAHA. And before 2015.

Yep, am currently on my 37 weeks of pregnancy. How does it feel? Heavy? Yup. Happy? Ofc! I can’t wait any longer to meet my little prince🙂 ‘Til I can hear Savage Garden song crossed through my ears “I knew I love you before I met you” #EEAAA mulai dangdut

Last Saturday, I met my Obgyn, dr. Reino Rambey. I gave him the letter from dr. Okky Nathanael (see here for further info). Trus om dokter (capek cyin ngetik pake bahasa inggris) pun suggest untuk lahiran normal karena toh retina gue baik2 aja. Om dokter jg berpesan agar minus mata gue jangan naik terus, jangan banyak maen gadget :p

Tiba saatnya pemeriksaan dengan USG, dan ternyata di minggu ke-36 kmrn, berat dedek bayi udah 2,9 kg, WOW! So om dokter juga nyaranin agar si baby ga berat2 amat, supaya saat proses persalinan nanti ngedennya ga susah. Jangan makan yg manis2 pesan om dokter. Duh gimana ya, martabak manis itu enak bgt sih, dok. Apalagi rasa coklat+keju+susu #kemudianngeces😀

Karena HPL masih 25 Januari, gue pun bertanya “Berarti boleh dong kalo cutinya mulai tanggal 12 Januari, dok?”. “Dari sekarang dong”, jawab om dokter. What?!

Trus doi berceramah ini-itu, tentang proses perkembangan anak itu 75% di dalam kandungan. 25% sisanya hingga usia 5 tahun. Lebih dari itu hanya pemberian stimulus aja. “Masa kamu mau sih ngelewatin masa2 berharga itu?”, tanyanya retoris.

Dia nyaranin ambil cuti cepat supaya gue bisa mempersiapkan kehadiran si buah hati, dengan banyak baca buku, banyak belajar. Baca apa aja, Al Quran, buku hadist, belajar bahasa inggris, apapun. Dan dengan cuti cepet gue jadi bisa berolahraga, banyakin jalan, banyakin senam hamil supaya dedek bayi cepet masuk panggul.

“Tau dari mana sih dok soal 75% dan 25% tadi?”, tanya gue kepo, as always. Dari buku kedokteran dikombinasikan dengan hadist, jawabnya.

“Udah ya, ga usah nego lagi, minggu depan langsung cuti. Nanti kamu bakal buktiin omongan saya kalau anak kamu udah remaja, masa2 di mana banyak interfensi dari luar, apakah jadi anak yang penurut atau sebaliknya”, pesan doi lagi.

Analogi dia tuh kayak komputer, kalo emang spek nya bagus, ya bakal bisa diinstall software macem2, tapi kalo spek nya udah ga bagus, ya ga bakal compatible meski diinstall software yg canggih sekalipun. Dan itu semua ditentukan sejak dalam kandungan, 75% sis, persentase yang cukup besar kan.

Those are the things that I won’t get from other doctors. Those are the things that make me choosing you, doc #dangdutabis #okeskip

Yak semangat cuti hamil! Semangat list buku2 bacaan dan bikin jadwal aktivitas harian! Mommy ready to welcome you, kid!

XOXO

Jual Komik, Novel, Buku (New & Preloved – Koleksi Pribadi)!!!

Heyho, berhubung sepertinya di rumah kebanyakan barang, so gue mau jualin beberapa barang yang ada di lemari nih (padahal yang dijual cuman komik, novel, dan buku aja hahaha). Sooo, buat booklovers, brace yourself yaaa, berikut list-nya:

1. Title: Candy Candy [complete vol.1-9]
Author: Yumiko Igarasi & Kyoko Mizuki
Genre: Manga
Price: Rp 180k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [tanpa cover berwarna, kertas agak kuning khas buku lama]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikcandycandy #candycandy
2. Title: Doki Doki [complete vol.1-4]
Author: Yuka Takase
Genre: Manga
Price: Rp 80k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [tanpa cover berwarna, kertas agak kuning khas buku lama]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikdokidoki #dokidoki
3. Title: I Love You [vol.1-6; minus vol.2]
Author: Yuka Takase
Genre: Manga
Price: Rp 75k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, disampul plastik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikiloveyou #iloveyou
4. Title: Death Note [complete vol.1-12]
Author: Tsugumi Ohba & Takeshi Obata
Genre: Manga
Price: Rp 180k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikdeathnote #deathnotemanga#deathnote
5. Title: Epotoransu Mai [complete vol.1-2]
Author: Watase Yuu
Genre: Manga
Price: Rp 30k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikepotoransumai#epotoransumai
6. Title: Sakura Rhythm, Orange Kiss, My Venus Lady, Bus for Spring
Author: Usami Maki
Genre: Manga
Price: Rp 15k / item; only Rp 52k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #sakurarhythm #orangekiss#myvenuslady #busforspring
7. Title: A Girl’s Melancholy, Baby from Heaven (Indonesian Comic), Door House (DH), Forbidden Love, News 6:30, Settlement Propose, Super Princess, Pank Ponk (PP) vol.5
Author: Various Authors
Genre: Manga
Price: Rp 10k / item; only 64k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [tanpa cover berwarna & kertas agak kuning khas buku lama utk DH & PP, kondisi cukup baik utk selebihnya]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #agirlsmelancholy #babyfromheaven#doorhouse #forbiddenlove #news6:30#settlementpropose #superprincess #pankponk
8. Title: Hai Miiko [vol.10, 18, 21, 24, 25]
Author: Ono Eriko
Genre: Manga
Price: Rp 15k / item; only Rp 65k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik utk vol.10 & baik utk selebihnya]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikhaimiiko #hai miiko
9. Title: Detective Conan [vol.5 & 40] & New Detective Conan [vol. 1-3]
Author: Aoyama Gosho [and friends for New one]
Genre: Manga
Price: Rp 10k / item; only Rp 40k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikdetectiveconan#detectiveconan
10. Title: Crayon Sinchan [vol.7-12&26]
Author: Yoshito Usui
Genre: Manga
Price: Rp 8k / item; only Rp 35k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikcrayonsinchan #crayonsinchan
11. Title: Samurai X [vol.20-26&28 (end)]
Author: Nobuhiro Watsuki
Genre: Manga
Price: Rp 8k / item; only Rp 40k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komiksamuraix #samuraix
12. Title: Doraemon [vol.1, 6-9, 38]
Author: Fujiko F. Fujio
Genre: Manga
Price: Rp 10k / item; only Rp 48k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [tanpa cover berwarna, kertas agak kuning khas buku lama]
:D Hint: vol.1,6,7 adalah awal & akhir bagian dari film Stand by Me Doraemon😀
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikdoraemon #doraemon#standbymedoraemon #standbyme
13. Title: Flash of Wind [vol.9-14]
Author: Taeko Watanabe
Genre: Manga
Price: Rp 8k / item; only Rp 30k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikflashofwind #flashofwind
14. Title: Nishimuku Samurai [vol.2-4]
Author: Waki Yamato
Genre: Manga
Price: Rp 10k / item; only Rp 24k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komiknishimukusamurai#nishimukusamurai
15. Title: Meteor Garden [vol.1-3]
Author: Yoko Kamio
Genre: Manga
Price: Rp 8k / item; only Rp 15k for all [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikmeteorgarden #meteorgarden
16. Title: Shibao [vol.3]
Author: Tsubasa Nunoura
Genre: Manga
Price: Rp 15k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikshibao #shibao
17. Title: Aladdin – Dasar Jin Bandel
Author: Eka Wardhana
Genre: Indonesian Comic [penerbit Mizan]
Price: Rp 15k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualkomikbekas #bukubekas#komikbekas #komikaladdin #aladdin #mizan
18. Title: Sang Pemimpi & Edensor [buku ke-2 & ke-3 dari Tetralogi Laskar Pelangi]
Author: Andrea Hirata
Genre: Fiction
Price: Rp 25k / item [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #sangpemimpi #edensor
19. Title: Death Du Jour
Author: Kathy Reichs
Genre: Fiction [detective]
Price: Rp 30k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
😀 Bonus: Goosebumps – Kutukan Makam Mumi by R.L. Stine [mystery] :D
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #deathdujour #goosebumps#kutukanmakammumi
20. a) Title: Jilbab Pertamaku
Author: Asma Nadia dkk
Genre: Non-fiction
b) Title: Rahasia Cowok yang Cewek Nggak Tau
Author: Denny Prabowo & Koko Nata
Genre: Self-development
a) & b) Price: Rp 25k / item [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang, disampul plastik]
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #jilbabpertamaku#rahasiacowokyangceweknggaktau
21. a) Title: Chat for a Date
Author: Asma Nadia
Genre: Fiction
Price: Rp 20k / item [tidak termasuk ongkir]
b) Title: The Story of Jomblo
Author: Hilman, Asma Nadia, Gola Gong, Boim Lebon, dkk
Genre: Fiction
Price: Rp 15k / item [tidak termasuk ongkir]
a) & b) Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #chatforadate #thestoryofjomblo
22. Title: Cado Cado – Catatan Dodol Calon Dokter & Dokter Ngocol
Author: Ferdiriva Hamzah
Genre: Non-Fiction
Price: Rp 20k / item [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #cadocado #catatandodolcalondokter#dokterngocol
23. Title: Faris & Haji Obet
Author: Boim Lebon
Genre: Fiction
Price: Rp 10k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #jualnovelbekas #bukubekas#novelbekas #farisdanhajiobet
24. a) Title: Bila Ortu Ribut dan Adik Rese
Author: Santi W.E. Soekanto
b) Title: Asyiknya Anak Gaul
Author: Didik Hermawan
c) Title: Menyingkap Rahasia Pacaran
Author: Syarifudin Saafa
d) Title: Metode Belajar untuk Mahasiswa
Author: K. Bertens
a), b), c), & d) Genre: Self-Development
Price: Rp 10k / item [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #bukubekas#bilaortuributdanadikrese #asyiknyaanakgaul#menyingkaprahasiapacaran#metodebelajaruntukmahasiswa
25. Title: Catatan Perjalanan
Author: Bagas Triyatmojo
Genre: Self-Development
Price: Rp 10k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi cukup baik]
#jualbukubekas #bukubekas #catatanperjalanan
26. Title: Keseimbangan Hidup Perempuan
Author: Irni Fatma Satyawati & Asri Rakhmawati
Genre: Self-Development
Price: Rp 20k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #bukubekas#keseimbanganhidupperempuan
27. Title: Mestakung – Semesta Mendukung
Author: Yohanes Surya
Genre: Non-Fiction
Price: Rp 30k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi sangat baik seperti baru]
#jualbukubekas #bukubekas #mestakung#semestamendukung
28. Title: The 7 Habits of Highly Effective People
Author: Stephen R. Covey
Genre: Self-Development
Price: Rp 50k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi sangat baik seperti baru]
#jualbukubekas #bukubekas #7habits #sevenhabits#the7habitsofhighlyeffectivepeople#thesevenhabitsofhighlyeffectivepeople
29. JUAL RUGI
Title: The Power of Corel Draw
Author: Saiful Hadi Arofat
Genre: Education
Price: Rp 65k [tidak termasuk ongkir, harga asli Rp 84.8k]
Status: New, Original [masih tersegel plastik]
#jualbukubarumurah #bukubarumurah#jualbukubaru #bukubaru #thepowerofcoreldraw#bukucoreldraw #tutorialcoreldraw #coreldraw
30. JUAL RUGI
Title: Bedah Soal2 Aseli CPNS
Author: Aristo Chandra & Team
Genre: Education
Price: Rp 60k [tidak termasuk ongkir, harga asli Rp 78k]
Status: New, Original [masih tersegel plastik]
#jualbukubarumurah #bukubarumurah#jualbukubaru #bukubaru #bedahsoalaselicpns#bukusoalcpns #soalcpns #cpns
31. Title: Kamus Universal Langenscheidt – Jerman
Author: –
Genre: Education
Price: Rp 25k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi baik, sangat jarang dibaca ulang]
#jualbukubekas #bukubekas#kamusuniversallangenscheidtjerman#kamusjerman #kamus
32. Title: 12 Best Stories of Sherlock Holmes
Author: Sir Arthur Conan Doyle
Genre: Fiction
Price: Rp 45k [tidak termasuk ongkir]
Status: Preloved [kondisi sangat baik seperti baru]
#jualbukubekas #bukubekas#12beststoriesofsherlockholmes #sherlockholmes#holmes
Untuk FOTO PENAMPAKAN KONDISI BUKU, bisa diakses di intagram gue:
Minat mau beli, langsung kontak gue aja di:
Line: nindyasani
Text: 0857 113 24 553
FYI:
Shipping by JNE (from Bekasi)
Payment via BCA, BNI, Mandiri
JANGAN KOMEN DI BLOG INI YA, LANGSUNG KONTAK LINE/WA/SMS AJA – karena ga selalu update blog🙂
Ditunggu order-nya yaaa Sis and Bro hahaha. Terima kasih!!🙂😀🙂😀

Mata Minus Tinggi VS Lahir Normal

Karena gunjang ganjing di dunia nyata dan di dunia maya tentang “mata minus tinggi dan possibility bisa lahiran normal atau enggak”, jadilah eike Jumat kemarin periksa retina.

Emang minus brp? Kanan 5-an, Kiri 4-an, ga hafal pastinya berapa.

Btw apa hubungannya, mata minus tinggi, lahir normal, dan retina? Bukannya yang bikin mata minus itu karena lensa mata terlalu cembung, that’s why penderita miopi pakai kacamata cekung, rite? Bener sih, tapi inget nggak lu sama pelajaran fisika jaman SMP, “mata minus / rabun jauh terjadi karena bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuh di depan retina”, jadi ada hubungannya nih mata minus sama retina.

Terus apa hubungannya sama lahiran normal? ya gosipnya sih kalau elu melahirkan, lo bakal ngeden heboh sehingga syaraf2 lo menegang dan kalau retina lo tipis, pait2nya retina lo bisa putus a.k.a buta (naudzubillah) , atau resiko terkecilnya adalah minus lo nambah (semisal retina ga sampe putus).

Bentar deh, emang sih tadi ada hubungan minus tinggi sama bayangan jatuh di depan retina, tapi kan bukan berarti kalo minus tinggi trus retina nya tipis, am I wrong? Nope, you’re definitely right. Itu juga yang gue dapet dari gugling dan konsul sama dokter spesialis mata.

retina

Gue periksa mata di JTEC (Jakarta Timur Eye Center, red.). Beberapa hari sebelumnya selalu deg2an dan ga percaya diri tiap ditanya orang, “Rencananya lahiran normal atau caesar?”. Gue cuman bisa bilang, “Pengennya normal sih, tapi masih harus cek retina dulu”, sambil senyum miris. Dan berlanjutlah dengan menjelaskan apa maksud dari statement gue kalau2 si penanya ga ada info mengenai minus mata VS lahiran normal.

Dari google udah ada yang bilang kalau minus mata ga ada hubungannya dengan ketebalan retina, tapi isunya simpang siur kakaaak, lagian siapa sih yang mau ambil resiko. Karena Obgyn eike juga mempersilahkan untuk cek retina, jadilah eike pergi juga ke JTEC buat cek retina.

As info yang didapet dari blog seseorang, gue pun memilih dokter ON. Prosesnya kurang lebih sama kayak yang di-state di blog tsb. Dan Alhamdulillah hasilnya retina mata gue baik, tidak ada penipisan, dan dipersilahkan jika ingin melahirkan secara normal. Legaaa bingits coy! Si dokter bilang kalau kasus retina putus bisa terjadi pada siapa aja, bahkan pada orang yang ga minus sekalipun, misalnya cowok baru bangun tidur tau2 retinanya putus pun bisa banget. Jadi kesimpulannya, ga ada hubungannya tuh penipisan retina dengan mata berminus tinggi. All praise to Allah.

Kenapa pengen normal? Ya kenapa harus caesar kalo bisa normal. Emang sih gue sempet tergoda untuk lahir caesar aja, karena toh kata temen2 gue yang melahirkan caesar, caesar itu ga sakit sama sekali kok (kan ada yang bilang kalo pas disuntik bius epidural sakit tuh), dan bisa langsung pake korset juga, pokoknya easy deh. Selain itu, mau lahiran normal / caesar, semua di-cover sama asuransi kantor suami. Menggoda banget kan?

Tapi, emak gue lahiran normal (total 3 anak), kakak gue lahiran normal (sampai sekarang 4 anak), kakak ipar gue lahiran normal (sampai sekarang 2 anak), mbah2 gue pun lahiran normal semua (berbelas2 anak), jadi kenapa gue mesti takut lahiran normal? Beda hal ya kalo emang gue di-state mengalami penipisan retina, tapi kan ini gue masih punya pilihan untuk bisa lahir normal. Bismillah, mudahkanlah, lancarkanlah ya Allah :’)

*counting weeks, around 5-6 weeks more to go*

Footnote:

ON: Okky N

Belanja Online itu NAGIH!!!

Sumpah, belanja online tuh bikin nagih! Apalagi dengan akses m-banking / e-banking di tangan, susah banget ngontrol diri, help me! Awalnya sih masih on track, belanja online cuman buat beli keperluan bayi newborn yang udah di list. Eh, lama2 saya kalap. Apalagi kalo habis gajian, rasanya semua mau dibeli.

Kenapa sih gue bisa ketagihan belanja online? Ini dia beberapa Kelebihan Belanja Online:

  • Banyaknya pilihan toko, social media (instagram, facebook, dll) dan situs belanja online (lazada, elevenia, dll) jadi tempat beraksi, ga menutup kemungkinan juga untuk belanja langsung ke website online shop atas rekomendasi Mbah Google.
  • Akses komunikasi yang mudah kepada dengan para penjual (komen di socmed, sms, wa, sampai line) membuat gue jadi makin cinta belanja online.
  • Emang ga takut ditipu? Meeen, jaman sekarang gitu, lo bisa track kredibilitas penjual dan kualitas barang dari rating / komen yang dikasih konsumen. No worry sis🙂
  • Lo juga bisa compare harga antar online shop tanpa perlu capek muter2 kepanasan keujanan ke berbagai toko, cukup modal kuota internet dan jempol aja kok buat ngetik, asik banget kan😀
  • Yang paling penting adalah bisa diakses kapan aja sehingga lebih fleksibel dari segi waktu. Buat pekerja yang senin-jumat ngantor, rasanya sayang banget kalau weekend masih harus berletih2 belanja ke toko, mending waktunya dipakai untuk kumpul bareng keluarga kan atau sekedar me time😉

belanja online yuk!

Kekurangannya?

  • Ada ongkir (tapi itung2 pengganti ongkos angkot / biaya bensin kalau lo pergi ke toko langsung lah).
  • Kayaknya lebih rempong kalau mau complain pesanan (misal, penjual salah kirim barang, terutama untuk pembelian melalui pihak ketiga / situs belanja online – gue pernah nih sekali kayak gini, tapi karena yang gue dapetin juga ga jelek yauda terima aja dengan sedikit komplain LOL, while dengan belanja langsung jg belom tentu lo bisa tuker barang karena biasanya ada note “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar / dikembalikan”, nah!).
  • Ada leadtime barang diterima, jadinya barang ga bisa langsung dinikmati setelah lo bayar (biasanya sih cuman H+1 pembayaran kalau masih daerah Jabodetabek, tergantung jasa pengiriman yang dipakai juga sih – gue pernah belanja di situs belanja online eeeh barang diterima setelah 5 hari kerja dong, lelet banget kan padahal biasanya ga selama itu, selidik punya selidik karena si situs tsb kerja sama dengan kurir eksternal perusahaan untuk jasa pengirimannya, kesyel. tapi most of all cepet kok, jadi happy2 aja haha)

Gue udah belanja banyak banget rasanya sejak postingan Belanja Online Buat Dedek Bayi [Part 2], antara lain 1 pcs pre-walker shoes, 1 pcs jumper baby kostum bola (utk 9 mo), 1 pcs jumper main (utk 9 mo) , 5 pcs jumper daily (utk 9-12 mo), 5 pcs legging (utk 3-12 mo), 2 pcs legging hamil, 2 pcs baju berkancing (utk menyusui), 2 pcs daster berkancing dada (utk menyusui), hahaha penting banget lah sampai gue list. Oya, plus belanja termahal bulan ini adalah beli 2 pcs handphone (buat gue dan suami fufufu), dan casing nya juga beli online :p

Sooo, how ’bout open my own online shop?😉

Yuk sis!